Dituding Selewengkan Dana Bantuan Covid-19, Begini Pengakuan Kadinsos Garut

Garutexpress.id – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Garut, Ipan Nuralam menuding telah terjadi penyelewengan anggaran bantuan Covid-19 di Kabupaten Garut. Salahsatunya terjadi di Dinas Sosial Kabupaten Garut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah dengan tegas membantahnya. Menurut Ade, apa yang ditudingkan Ketua PC PMII Garut itu sama sekali tidak benar.

“Semua program penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Dinsos telah dilaksanakan sesuai ketetuan,” akunya, Selasa (23/6/2020).

Terkait tudingan pelaksanaan program penyediaan makan untuk masyarakat yang menjalani rapid tes, menurut Ade hal itu tidak dilaksanakan oleh Dinsos. Menurut dia, program itu dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan.

Ade mengaku, program penyediaan makan minum (mamin) untuk masyarakat umum dan petugas yang berjaga di chek poin. Itupun anggaran bukan Rp 88 miliar sebagaimana disebutkan Ketua PC PMII Garut.

“Tidak benar itu, anggarannya bukan sebesar itu. Dia salah data. Anggaran di kita hanya untuk Mamin di cek poin,” akunya.

Sementara program bantuan sosial (bansos) untuk warga yang berstatus ODP (orang dalam pengawasan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19, diakui Ade ada di dinasnya. Namun semua bantuan telah disalurkan sesuai ketentuan.

“Ketentuannya kan warga yang berstatus ODP dan PDP diberikan bantuan berupa paket kebutuhan pangan masing-masing senilai Rp 700 ribu. Itu sudah dilakukan sesuai aturan,” ucapnya.

Bantuan tersebut, kata dia, diberikan kepada warga yang bersangkutan selama menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Ia mencontohkan, penyaluran bantuan telah dilakukan di Kecamatan Cigedug dan Kecamatan Selaawi. (*)

Reporter: Awis
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here