Dituding Lalai Oleh Keluarga Pasien Meninggal, Pihak RSUD Siap Menjalin Komunikasi

RSUD dr Slamet Garut

Garutexpress.id – Tudingan dari keluarga pasien meninggal dunia di RSUD dr Slamet Garut ditanggapi pihak manajemen. Bahkan, Humas RSUD dr Slamet Garut secara khusus mendatangi keluarga pasien meninggal dan aparat desa setempat.

“Intinya kita membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien meninggal dunia. Kita tadi telah bersilaturahmi dengan keluarga pasien dan aparat desa setempat,” kata Humas RSUD dr Slamet Garut, Cecep Ridwan, kepada garutexpress.id, Senin (8/6/2020).

Untuk sementara waktu, kata Cecep, pihaknya akan melakukan penelusuran terkait dokumen pasien selama menjalani pengobatan dan perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

“Kita akan telusuri dulu rekam medisnya. Lalu kita rundingkan dengan para pihak biar ada kejelasan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus meninggalnya seorang pasien operasi asal wanaraja, Yogie Rismaya Dzauki (16) berbuntut rencana gugatan yang akan dilakukan keluarga bersama tim kuasa hukum terhadap pihak RSUD dr Slamet Garut.

Dari keterangan pihak keluarga, Yogi meninggal dunia di RSUD dr Slamet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu pagi (6/6/2020). Sebelumnya Yogie divonis tim dokter menderita penyakit usus buntu dan dilakukan tindakan operasi tanggal 6 Mei 2020.

Empat hari pasca operasi, pihak rumah sakit memperbolehkan Yogie pulang untuk menjalani pemulihan di rumah.

“Pada tanggal 10 Mei ponakan saya pulang dari RSUD dr Slamet Garut untuk melakukan pemulihan di rumah. Namun 7 hari setelah itu Yogie mengalami gejala kegagalan, pusing dan muntah- muntah,” terang paman korban, Acep Dani kepada Garutexpress.id, Senin (8/6/2020).

Pada tanggal 17 Mei, lanjut Acep, keluarga kembali membawa pasien ke RSUD untuk mendapatkan perawatan. Oleh pihak rumah sakit, Yogie diberi resep dan kembali dipulangkan setelah benerapa hari dirawat.

“Namun bukannya membaik, kondisi pasien malah semakin memburuk dan kembali dibawa ke rumah sakit sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” kata Acep.

Saat ini, kata dia, keluarga tengah menyiapkan langkah hukum guna mendapatkan keadilan atas dugaan kelalaian pihak rumah sakit. Keluarga korban mengaku sudah menyiapkan tim kuasa hukum dan sejumlah bukti.

“Benar, kita akan lakukan upaya hukum atas dugaan kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit. Ada beberapa materi pokok sebagai dasar gugatan termasuk sejumlah kejanggalan yang terjadi. Nanti kuasa hukum kita akan buka semuanya,” tegas Acep.

Kepergian putra kesayangan pasangan suami istri Agus Rustandi dan Sumi ini telah menimbulkan duka mendalam. Terlebih, Almarhum dikenal sebagai sosok penyabar dan pengayom bagi adik-adiknya.

Ayah almarhum merupakan tokoh warga Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, akhirnya memutuskan mengambil langkah hukum. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk hak warga negara untuk mencari keadilan. (*)

Reporter: Doni
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here