Bus Mulai Beroperasi, Organda Garut : Menyiapkan SIKM Sulit

garutexpress.id- Angkutan umum (Angkum), khususnya bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Kabupaten Garut sudah diperbolehkan untuk beroperasi. Namun belum semua PO bus berani mengoperasikan kendaraannya.

Ketua Organda Garut, Yudi Nurcahyadi, mengatakan, telah menerima surat edaran dari Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan bus AKAP. Hanya saja, para pengusaha mengeluh dengan aturan pembatasan penumpang.

“Cuma dibolehkan angkut 50 persen penumpang. Sedangkan biaya operasionalnya lebih besar. Masalah ini banyak dikeluhkan pengusaha bus,” ujar Yudi, Kamis (11/6/ 2020).

Dikatakannya, pengusaha bus juga dipersulit dengan aturan Covid-19. Jika hanya sekedar masker atau hand sanitizer masih bisa disediakan. Namun jika harus menyiapkan surat izin keluar masuk (SIKM) banyak yang keberatan.

“Menyiapkan SIKM ini sulit. Sangat memberatkan karena harus mengeluarkan biaya lagi,” katanya.

Terkait penyesuaian tarif, Yudi menyebut memang ada kenaikan minimal 10 persen dan maksimal 20 persen. Namun hanya dikhususkan untuk bus eksekutif.

“Sedangkan bus ekonomi tidak ada kenaikan tarif. Makanya bus ekonomi belum ada yang beroperasi karena tak menutup biaya operasionalnya,” ucapnya.

Setiap PO bus, tambahnya, juga masih membatasi jam operasional. Biasanya setiap bus berangkat 15 menit sekali. Namun saat ini hanya 2 jam sekali. Dengan waktu tersebut, kapasitas penumpang sebesar 50 persen juga belum banyak terisi.

“Jadi dengan pembatasan ini, penumpang dikurangi. Tapi meski dikurangi, kapasitasnya juga tak terisi. Masih banyak yang kosong,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut,  Suherman, mengatakan, semua angkutan umum baik bus maupun non bus boleh beroperasi. Dengan  syarat harus mematuhi protokol kesehatan, sesuai ketentuan pemerintah.

“Selain harus menyediakan tempat cuci tangan dan semprotan disinfektan, awak bus maupun penumpang, wajib mengenakan masker. Jumlah penumpang kata Suherman, juga dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat duduk. Tarif ongkos naik antara 10 hingga 20 persen dari biasanya,” ungkapnya. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here