Bekerjasama dengan Pawang, BBKSDA Amankan Dua Ekor Buaya di Kawasan Cikelet-Garut

PROSESI evakuasi buaya yang dimankan petugas Gugus Tugas TSL Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar KSDA Jabar di kawasan Perkebunan PT. Condong Garut di Kampung Cimari, Desa Cigadig Kecamatan Cikelet Garut, Ahad ( 7/06/2020).***

garutexpress.id-  Sedikitnya 2 ekor buaya muara dan 1 ekor kukang diamankan petugas Gugus Tugas TSL Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar KSDA Jabar. Kedua ekor buaya tersebut merupakan penyerahan dari Perkebunan PT. Condong Garut di Kampung Cimari, Desa Cigadig Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Ahad ( 7/06/2020).

Menurut keterangan pihak perkebunan, kedua ekor buaya tersebut berasal dari Jakarta dan dibawa pada tahun 1990. Masing-masing buaya muara yang panjang sekitar 2 meter dengan lebar 53 Cm dengan berat sekitar 60 Kg  ditangkap dan diamankan oleh pihak Gugus Tugas TLS Seksi Konservasi Wilayah V Garut bekerja sama dengan pawang buaya dari pihak Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Dodi Arisandi, mengatakan, kedua ekor buaya tersebut merupakan peliharaan PT. Condong Garut.

“Dengan dilakukan pendekatan, mereka mau melakukan penyerahan (buaya) kepada kami, selanjutnya petugas kami melakukan penangkapan dan evakuasi untuk diamankan.  Kedua buaya tersebut setelah dilakukan penangkapan  dibawa dan  titip-rawatkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga yang berada di Kabupaten Sukabumi,” kata Dodi.

Dodi menambahkan, selaindua ekor buaya muara,  petugas Gugus Tugas TSL Seksi Konservasi V Garut juga mengamankan 1 ekor satwa jenis Kukang Jawa, Kukang Jawa yang bernama latin (nycticebus javaniscus) tersebut diserahkan dari warga Kampung Babakan, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

Menurut keterangan warga, Kukang Jawa tersebut ditemukan di depan rumahnya pada malam hari sekitar jam 8 malam. Karena mengetahui bahwa satwa Kukang tersebut dilindungi, maka warga melaporkan kepada Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Garut.

“Kami dapat laporan laporan warga tersebut malam hari sekira pukul 9.00 malam WIB  hari jumat tanggal 5 Juni 2020, Tim Respon Cepat Gugus Tugas TSL Seksi Wilayah V Garut pada malam hari itu juga segera mendatangai warga pelapor tersebut dan melakukan evakuasi satwa kukang,” ungkapnya.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Andi Witria saat dihubungi, membenarkan perihal evakuasi buaya dan kukang tersebut.

“Ya benar, kami berharap dan meminta kesadaran Masyarakat untuk tidak memelihara satwa yang dilindungi dan memperjualbelikannya, itu melanggar perundang-undangan,” ujar Andi. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER

 

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here