Bansos Tak Bisa Dibagi Rata, Berikut Rincian Data KPM di Dinsos Garut

garutexpress.id- Bantuan sosial (Bansos) yang didistribusikan pemerintah dalam bentuk apapun tidak boleh diganggu gugat. Jangan sampai bansos tersebut dikondisikan atau dibagi rata oleh pihak RT/RW. Bantuan itu harus utuh terdistribusikan kepada warga yang sudah terdata.

Demikian diungkapkan, Dadang Bunyamin selaku Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin di Dinas Sosial Kabupaten Garut, saat dijumpai awak media di kantornya, Jumat (5/6/2020) lalu.

“Bagi-bagi bantuan itu harus benar menurut hukum, artinya bukan benar menrut masyarakat. Kalau ada bantuan uang atau sembako untuk si A, ya berikan saja sebagaimana data yang ada.Kalau ada warga yang tidak kebagian, lalu oleh si A dibag-baginya, nah itu boleh. Alasannya, apapalgai bantuan itu diatur dan dokondisikan hingga dibagi rata oleh pengurus atau ketua RW itu tidak benar, justru itu yang salah,” ungkapnya.

Dikatakannya, di saat pandemi Covid-19 ini banyak program bantuan pemerintah yang digulirkan untuk masyarakat. Bantuan dari pemerintah itu di antaranya berupa sembako dari pusat dan provinsi bantuan untuk masyarakat miskin baru dari APBD Kabupaten, bantuan gubernur dan bantuan lainnya.

“Kalau bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) itu reguler sudah lama berjalan. Program itu nilainya tidak sama di antara penerima. Saat ini jumlah penerima PKH di Garu ada 136.260 KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” katanya.

Sementara itu, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Garut yang terdampak Covid-19 mencapai 25.555 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), jumlah tersbut tersebar di 42 Kecamatan.

“Mereka akan menerima bantuan uang sebesar Rp300 ribu selama empat bulan dari APBD Kabupaten Garut. Jumlahnya banyak, di atas 25 ribuan,” kata Dadang.

Selain bantuan untuk warga miskin baru, di Garut juga terdapat penerima bantuan gubernur sebanyak 87.000 KRTS. Mereka menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu, yakni Rp 350 ribu berupa beras, telur, minyak goreng dan Rp 150 ribu uang tunai.

“Ada juga program sembako untuk 185.458 KPM. Dan program sembako tambahan dari pusat sebanyak 112.332 KPM. Sementara jumlah Kepala Keluarga (KK) di Garut kurang lebih ada 800 KK,” katanya. (*)

Reporter : Papap
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here