“Andaikan Aku Bisa Melihat,” Sebuah Harapan dalam Lantunan Hendar Yaguna

Hendar Yaguna, saat rekaman tembang "Andai Aku Bisa Melihat" di studio rekaman pribadi Sony MS., di kawasan Cirengit, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, baru-baru ini.***

garutexpress.id- Keterbatasan fisik tak membuat seorang Hendar Yaguna (38) patah arang untuk mengarungi hidup di dunia yang fana ini. Itulah sepintas yang tersirat dalam rona wajah Hendar, sosok penyandang tuna netra saat berbincang bersama garutexpress.id, belum lama ini.

Pria asal Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi ini sudah sejak lahir menyandang disabilitas. Meski demikian, keterbatasan fisik tak membuat patah semangat untuk tetap berkarya laiknya warga yang normal fisiknya.

Hendar saat ini menjalani pofesinya sebagai pemijat refleksi di panti rumah tuna netra yang diasuh Erwin Goner di kawasan Kampung Maktal RT/RW :01/14, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Dari jasa pijat inilah Hendar kini memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sebelum menjadi tukang pijat profesional, Hendar sempat tinggal di salah satu Yayasan di Kota Bandung. Namun saat di Bandung, Hendar mmengaku tidak betah karena tidak bisa mengembangkan keahliannya.

“Waktu tinggal di Yayasan di Bandung kami tak bisa mengembangkan keahlian apapun, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun hanya tergantung bantuan. Namun Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, saya dikenalkan dengan pak Erwin yang begitu peduli dengan orang-orang berketerbatsan fisik seperti saya. Akhirnya saat ini saya bisa bekerja bersama pak Erwin. Subahanalloh, pak Erwin itu orangnya sangat baik, terbuka dan bisa membimbing kami para tuna netra. Jika kami tak punya uang dari jasa pijat, pak Erwinlah yang mencarikan makan untuk kami. Sulit rasanya bagi kami untuk membalas kebaikan pak Erwin. Di massa sulit seperti zaman sekarang, ternyata masih ada orang sebaik pak Erwin, dengan ikhlas mengurus kami, membimbing kami, bahkan mengenalkan kami dengan para pejabat dan orang orang baik di Garut. Allah maha kaya, Allah Maha Besar, Allah lah yang layak membalas kebaikan pak Erwin, saya yakin itu,” tutur Hendar, seraya menitikan air matanya.

Selain menjalani profesinya sebagi pemijat, berkat bimbingan Erwin juga, kini Hendar mulai menapaki jalan hidupnya dengan belajar olah vokal. Erwin mengenalkan Hendar dengan Sony MS, seorang pencipta lagu serba bisa asli Garut.

Bagi Kang Oni, sapaan akrab Sony MS, hanya membutuhkan pertemuan dua kali saja untuk menentukan genre musik apa yang tepat buat Hendar. Dan terciptalah lagu berjudul “Andai Aku Bisa Melihat” lengkap dengan aransemen musiknya.

“Seandainya aku bisa melihat… Warna-warni gemerlap dunia … Mungkin langkah kaki tak tersendat menapaki roda kehidupan… Tapi apa dayaku yang lemah, tak kuasa melawan takdirNYA … Sering kali khayal mengembara meninkmati cantiknya wajahmu… “

Itulah beberapa bait syair tembang “Andai Aku Bisa Melihat” yang dilantunkan Hendar di studio rekaman pribadi milik Sony MS di kawasan Cirengit, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

“Subahanlloh, luar biasa, pak Sony itu selain ramah juga begitu terbuka pada kami penyandang disabiltas. Padahal kami baru bertemu. Selain dijamu, saya juga dicipitakan lagu yang indah ini. Untuk membalas kebaikan pak Sony sekeluarga juga hanya Allah lah yang layak. Jika tak diizinkan Allah, mungkin saya tak bisa bertemu pak Sony, maka dengan izin Allah pula pak Sony sekeluarga diberikan anugrah terbaik,” tutur Hendar.

Usai melakukan rekaman di studio, Hendar bertekad terus belajar mengasah vokalnya. Bahkan dirinya bercita-cita menciptakan lagu sendiri.

“Dengan bimbingan pak Sony, pak Erwin juga, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kebaikan mereka dan kesempatan ini. Saya akan terus belajar mengasah olah vokal dan satu saat saya harus bisa menciptakan lagu sendiri,” katanya.

Dengan diciptakannya tembang “Andai Aku Bisa Melihat” buah karya Sony MS, kini optimisme Hendar terus meningkat. Bahkan ia mengaku tetap bersyukur dengan kondisi fisiknya seperti sekarang.

“Alhamdulillah, dengan diciptakannya lagu oleh pak Sony, saya semakin optimis dan semangat menjalani hidup ini, meski tidak bisa melihat. Karena ini memang sudang takdir Alloh. Saya yakin, kondisi fisik yang ditakdirkan Alloh ini adalah bentuk kasih sayangNYA. Dengan kondisi ini (tuna netra) saya justru telah diselamatkan Allah dari dosa melihat yang haram-haram. Dengan tidak melihat yang haram-haram di dunia ini mungkin akan meringankan dosa saya di akhirat kelak. Doakan saya, semoga bisa berkarya demi kebaikan semua,” tutur Hendar. (*)

Reporter : Syamil Amhar
Editor     : ER


1 COMMENT

  1. Kaka ku semoga allah senatiasa melindungi dimna pun berada …
    Ng berdoa semoga a enda sukses
    Bisa banggain orgtua
    Bahagiaa selalu yaaa
    Doa selalu menyertai mu🥰🥰🥰

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here