Tunanetra di Garut Menjerit Minta Bantuan Sekedar untuk Makan

Jelang PSBB Tunanetra di Garut kesulitan penuhi kebutuhan hidup.*

Garutexpress.id – Pagi hari saat matahari mulai beranjak, warga Kabupaten Garut mulai melakukan aktivitasnya meski pemerintah daerah sudah melakukan pembatasan.

Di pojok Kota Garut tepatnya di sebuah rumah petak yaitu panti pijat tuna netra nampak sejumlah orang yang memiliki keterbatasan fisik hanya bisa duduk termenung dengan aktivitas yang sangat terbatas.

Mereka tak bisa menyaksikan sorotan matahari pagi itu. Mereka pun hanya duduk menunggu ada tamu yang mau dipijat.

Namun hingga sore hari harap itu sirna. Tak satu pun tamu yang datang hanya sekadar untuk dipijat.

Maklum saja, di tengah pandemi corona banyak orang yang mulai berhemat dengan pengeluaran.

Kesulitan mencari mata pencaharian dirasakan oleh semua orang disaat pandemi Covid-19 melanda.

Jika warga yang memiliki kesempurnaan fisik dan pikiran saja kelabakan dengan kondisi sekarang apalagi para penyandang tunanetra yang hanya mengandalkan hidup dari jasa pijat.

Itulah yang dialami para penyandang tunanetra di Kabupaten Garut. Mereka sekarang mengaku kesulitan menjalani hari-harinya meski hanya memenuhi kebutuhan makan.

“Pa tolong kami pa. Tolong perhatikan kami,” itulah sepenggal rintihan penyandang tunanetra, Nunung (41).

Nunung mengaku, penglihatannya gelap melihat dunia. Saat masa sulit seperti sekarang ini hidupnya pun makin suram.

“Saya sulit mencari nafkah sekarang. Untuk makan saja saya susah pa,” katanya.

Ia berharap kepada pemerintah dan para pejabat di Kabupaten Garut agar peduli kepda nasib para tunanetra.

Nunung mengaku, jasa pijatnya sepi sejak pandemi Covid- 19. Ia tak mau mengemis di jalanan karena malu.

“Kami tak mau turun ke jalan. Karena ngemis itu memalukan,” ucapnya sambil berderai air mata.

Saat ini, Nunung dan sejumlah temannya tinggal di Panti Pijat Tunanetra di Kampung Maktal, Rt/Rw 01/13 Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Mereka mengaku sampai berita ini diturunkan belum menerima bantuan dari pemerintah. Padahal, mulai besok tepatnya hari Rabu (6/5/2020) Kabupaten Garut akan melaksanakan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).

Mereka berharap, selama PSBB berlangsung kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Pasalnya, jasa pijat yang mereka jalani saat ini sepi pelanggan. (*)

Penulis: Mahesa Hastama
Editor: Farhan SN


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here