Terkait Proses Pembelajaran di Tengah Pandemi, Komisi IV DPRD Garut Ingatkan Kadisdik

SUASANA rapat Komisi IV DPRD dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo Kabupaten Garut di ruang rapat kantor DPRD Garut, Kamis (28/5/2020).***

garutexpress.id- Dimulainya proses pembelajaran di tengah pandemi corona, masih menunggu kejelasan dari Kementrian Pendidikan dan Kebuayaan RI.

Hal tersebut terungkap dari hasil rapat Komisi IV DPRD dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo Kabupaten Garut di ruang rapat kantor Komisi IV DPRD Garut, Kamis (28/5/2020).

Rapat kerja komisi IV DPRD dan Disdik Garut juga merupakan tindak lanjut dari hebohnya masyarakat atas beredarnya Surat Edaran Disdik tentang persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Untuk diberlakukannya proses pembelajaran sikap masyarakat terhadap surat edaran Disdik tentang persiapan pembelajaran sekolah terlalu berlebihan, ini wajar karena faktor ketakutan dampak Covid-19. Disdik baru proses persiapan, surat yang beredar untuk konsumsi internal,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut Karnoto.

Menurut Karnoto, sehubungan dengan tahun ajaran baru (2020-2021) sesuai kalender akademik yang akan dimulai Juli (2020) agar dilakukan simulasi penerapan protokol kesehatan.Hal ini untuk meminimalisir potensi penularan wabah Covid-19 di kalangan pelajar dan pengajar.

“Kami meminta wacana pembukaan sekolah perlu pertimbangan matang. mulai dari posisi sekolah di zona Covid-19 seperti apa, protokol kesehatannya bagaimana, hingga sosialisasi dan evaluasi pelaksanaannya di lapangan harus jelas,” katanya, Kamis (28/05/2020).

Dia menjelaskan, pembukaan sekolah di masa pandemi merupakan sebuah pertaruhan besar. Apalagi hingga saat ini laju penyebaran Covid-19 baik OTG, ODP, dan PDP di Kabupaten Garut dan sekitarnya masih meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

“Hingga kemarin saja kurva kasus Covid-19 di sejumlah daerah masih menunjukkan peningkatan tajam. Sehingga jika dipaksakan membuka sekolah, maka potensi penularannya di kalangan peserta kegiatan belajar-mengajar akan sangat besar,” bebernya.

Diungkapkan, anak-anak usia sekolah sangat rentan tertular covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Jumat, 22 Mei 2020, jumlah anak yang positif Covid-19 mencapai 831 anak atau 4 persen dari jumlah keseluruhan pasien positif Covid-19. (*)

Reporter : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here