Syahwat Berbelanja Warga Tak Terpengaruh PSBB, Pertokoan di Kota Garut Tetap Disesaki Pembeli

Hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), salah satu pusat perbelanjaan di kawasan perkotaan Garut, nampak disesakai pembeli, Rabu (06/05/2020)***

garutexpress.id- Hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut masih tampaknya tidak dihiraukan warga. Hal tersebut terpantau di sejumlah pusat perbelanjaan yang masih disesaki warga yang hendak belanja kebutuhan lebaran, Rabu (6/5/2020).

Menanggapi pmberlakuan PSBB yang terpantau masih ramai, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebut sudah terjadi penurunan aktivitas masyarakat. Menurutnya, keramaian masyarakat tak bisa langsung dikurangi karena sudah menjadi kebiasaan.

“Kebiasaan ini tak bisa dihindari karena sudah kebutuhan. Sejauh ini hari pertama PSBB berjalan baik,” ucapnya di Pendopo Garut, Rabu (6/5/2020).

Pihaknya juga meminta toko-toko diluar pangan, untuk tutup pukul 18.00. Jika melebihi batas waktu operasional, pihaknya akan menutup toko tersebut.

“Jika melebihi batas operasional akan ditutup. Sudah ada aturan di Perbup dan Pergub kalau toko tutup jam 18.00,” katanya.

Toko yang boleh buka, lanjutnya, merupakan kebutuhan dasar sehari-hari. Masalah sanksi juga dilakukan secara humanis.

“Toko baju juga ada yang artikan penting, karena untuk kebutuhan lebaran. Buka penghukuman PSBB ini, tapi komitmen dari kita untuk lakukan langkah pencegahan,” ujarnya.

Terkait cek poin utama yang belum terlalu ketat penjagaannya, Rudy menyebut hanya kendaraan mencurigakan yang akan diperiksa. Pemeriksaan melihat plat nomor kendaraan dari luar kota.

“Yang disetop itu yang mencurigakan. Yang penumpangnya banyak, baru dilakukan pengecekan. Kalau dicegat semua, personilnya juga tidak cukup,” tukasnya. (*)

Reporter  :  FW

Editor      :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here