Soal Kasus Etika Anggota DPRD Garut, Aktivis LSM ‘Bergerak’ Angkat Bicara

Ihin Solihin, aktivis LSM Bergerak.***

garutexpress.id- Setelah mencuat di berbagai media masa, kasus etika yang menjerat salah seorang anggota DPRD Garut berinisial ‘E’ kini sudah menjadi konsumsi publik. Berbagai komentar miring pun tak terelakan mememehui jejaring media sosial. Terlebih setelah keluarnya putusan Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Kabupaten Garut.

Terkait persoalan tersebut, Ihin Solihin, salah seorang aktivis LSM bergerak akhirnya angkat bicara. Ihin meminta semua pihak menahan diri.

“Sebaiknya semua pihak menahan diri. Apalagi para aktivis, tokoh politik, masyarakat. Jangan sampai mengeluarkan komentar yang justru akan memperkeruh suasana,” ujar Ihin, saat dihubungi garutexpress.id., Sabru (16/05/2020).

Menurutnya, hasil putusan Rapim sepenuhnya ada di pimpinan DPRD yang ditempuh melalui mekanisme sesuai aturan.

“Jika ada yang tidak puas, kan bisa melalukan upaya sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan,” tandasnya.

Diharapkannya, semua pihak menyampaikan pandangan dan komentar yang menyejukan suasana, terlebih saat ini kondisinya masayarat sedang susah di tengah pandemi corona virus (COVID-19).

“Kita tentunya berharap semua pihak menyampaikan komentar yang menyejukan. Saat ini kan Bulan suci Ramadhan, sebentar lagi idul fitri, mari kita jaga kondustifitas Garut serta fokus terhadap kepentingan masyarakat banyak,” katanya.

Disinggung soal pengakuan anggota DRPD Garut berinisial ‘E, ’ Ihin dengan tegas meyebut, itu sudah haknya  ‘E’.

“Itu haknya dia. Sebagai pituin Garut, yang penting apapun komentar yang disampaikan (‘E’) jangan membuat rakyat makin bingung dan tak terakomodir,” tandasnya. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here