Sikap Kepemimpinan di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Popi Maspupah

MASA pandemi Covid-19 di Indonesia sampai saat ini masih berlangsung. Upaya pencegahan dan penanganan kasus Covid-19 pun terus dilakukan. Seperti dikutip dari Covid19.go.id (9/5/2020) jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 13.645, sembuh 2.607, dan meninggal 959.

Di masa pandemi Covid-19 tentulah kepemimpinan begitu penting. Kepemimpinan sebagai proses seorang pemimpin memberikan pengaruh terhadap pengikutnya untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan yang ingin dicapai dimasa Pandemi Covid-19 ini adalah mencegah penyebaran virus Covid-19 atau memutus mata rantai Covid-19.

Pemimpin yang dibutuhkan saat masa pandemi Covid-19 ini tidak lain adalah diri kita sendiri, selain kontribusi kepemimpinan dari Pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

Setiap individu mempunyai tanggung jawab memimpin diri sendiri untuk mengikuti aturan dan anjuran pemerintah, bahkan alangkah lebih baiknya setiap individu mampu membantu tugas pemerintah dalam mengatasi penularan Covid-19 dengan memberikan pengaruh serta ajakan terhadap orang-orang disekitar untuk bersama-sama ikut berperan memutus penularan Covid-19, hal tersebut sesuai dengan kutipan H.R Bukhari: 4789 mengenai “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya”.

Di masa pandemi Covid-19 ini setiap individu harus belajar menjadi seorang pemimpin dalam memberikan pengaruh terhadap orang lain dengan mengajak untuk mematuhi aturan pemerintah ataupun instansi kesehatan mengenai hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini.

Menjadi seorang pemimpin di masa Pandemi Covid-19 ini bisa dilakukan sesuai dengan peran masing-masing. Dalam lingkungan keluarga, peran kepala keluarga adalah memimpin dan memberikan pengaruh serta menjadi teladan bagi istri dan anak-anaknya untuk tetap melakukan pola hidup sehat, menerapkan aturan untuk tidak keluar rumah ataupun mengikuti aturan pemerintah untuk tidak mudik.

Menjadi pemimpin bisa juga dilakukan dalam lingkungan pertemanan seperti dengan memberikan pengaruh dan ajakan kepada teman-teman untuk sementara tidak mengadakan perkumpulan langsung dan menyarankan untuk melakukan segala aktivitas dirumah saja.

Hal lain yang diperlukan di masa Covid-19 ini adalah adanya seorang pemimpin yang komunikatif, setiap individu bisa menjadi pemimpin yang komunikatif dengan memberikan informasi atau berbagai hal yang berkaitan dengan Covid-19 secara jelas dan tidak menimbulkan kekhawatiran dimasyarakat, seperti tidak menyebar berita hoaks yang bisa menimbulkan rasa cemas atau resah di masyarakat, justru sebaiknya informasi yang diberikan  bersifat edukatif dan persuasif seperti memberikan informasi mengenai tips menjaga daya tahan tubuh atau tips menjaga kesehatan fisik dan mental, sebab di masa Covid-19 ini tidak hanya kesehatan fisik yang penting, tetapi kesehatan mental juga perlu untuk diperhatikan.

Kepemimpinan berawal dari kepedulian. Kepedulian mampu mendorong seseorang untuk berkontribusi dalam memimpin dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk patuh terhadap aturan dan anjuran pemerintah juga menandakan kepedulian untuk melindungi sesama supaya terhindar dari Covid-19.

Kepedulian di masa Pandemi Covid-19 ini juga bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti membuka donasi atau penggalangan dana dan mengajak orang lain untuk saling berbagi terhadap sesama untuk membantu meringankan beban ekonomi orang yang terdampak Covid-19 ataupun memberikan bantuan terhadap para tenaga medis untuk keperluan APD yang digunakan saat menangani kasus Covid-19.

Pemimpin juga memiliki sikap selalu memberikan motivasi terhadap orang lain sebagai pengikutnya, sikap kepemimpinan tersebut bisa diterapkan di masa Covid-19 dengan memberikan motivasi dan semangat kepada orang lain bahwa semuanya akan di lalui bersama dan meyakinkan kondisi ini akan cepat normal kembali dengan cara bersama-sama menjalankan semua aturan dan anjuran pemerintah yang dibuat untuk memutus penularan Covid-19.

Selain itu memberikan semangat bahwa usaha untuk menaati semua aturan dan anjuran pemerintah tersebut akan berbuah manis dan tidak akan sia-sia, dengan berusaha menaati anjuran pemerintah maka itu sama dengan berkontribusi tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi artinya  telah berkontribusi untuk bangsa dan negara supaya keadaan negara Indonesia kembali normal dan terbebas dari Pandemi Covid-19.

Kolaborasi atau kerjasama antara pemerintah dan semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus penularan Covid-19. Kemampuan memimpin diri sendiri serta memiliki sikap kepemimpinan untuk mempengaruhi orang lain sangat dibutuhkan, karena kepemimpinan dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan tidak cukup apabila setiap individunya tidak ikut berkontribusi.

Setiap individu hendaknya menyadari bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk memutus penularan Covid-19 dan kontribusinya dalam memimpin dengan memberikan pengaruh ataupun ajakan kepada orang lain untuk mematuhi aturan dan anjuran pemerintah tersebut menandakan dirinya memiliki kepedulian untuk melindungi sesama dan telah menjadi pahlawan kemanusiaan. Mari bersama-sama menumbuhkan sikap kepemimpinan di Masa Pandemi Covid-19 dan ikut berkontribusi menjadi pahlawan kemanusiaan. (*)

Penulis adalah, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tinggal di Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here