SE Kadisdik Garut Hanya Pembenahan, Totong: Keselamatan Guru dan Siswa Jadi Prioritas

Garutexpress.id – Beredarnya surat edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait persiapan pembelajaran new normal membuat kesimpangsiuran informasi. Banyak orang tua yang meragukan pihak sekolah dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Seperti Rini Kartini (25), mengaku waswas terhadap kesehatan anaknya yang baru mau masuk ke sekolah dasar (SD).

“Kalau harus langsung belajar di sekolah saya ragu protokol kesehatan di sekolah akan sanggup dengan syarat new normal,” kata Rini kepada garutexpres.id, Rabu (27/5/2020).

Rini mengatakan, lebih baik Disdik Garut mengambil langkah hati-hati dalam memulai belajar di sekolah.

“Jangan tergesa-gesa. Lebih baik pastikan dulu aman. Belajar di rumah tentunya jadi pilihan terbaik,” ucapnya, ditemui di Jalan Sudirman, Kecamatan Garut Kota.

Orang tua lainnya, Iis Fathonah (41), mengaku khawatir jika belajar dipaksakan harus di sekolah. Pasalnya, fasilitas tempat belajar anaknya yang baru duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar belum memadai.

“Tentunya khawatir kalau dalam waktu dekat anak harus kembali belajar di sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong, S. Pd, M. Si, mengatakan surat edaran yang ditandatanganinya hanya sekedar pembenahan dan pengecekan jika sewaktu-waktu Kemendikbud memberlakukan belajar di sekolah seiring dengan pemberlakuan new nlrmal.

“Kita masih menunggu arahan gugus tugas Covid-19. Kemendikbud juga sama meminta arahan dan kesimpulan dari gugus tugas pusat,” kata Kadisdik, Rabu (27/5/2020).

Totong mengimbau ke seluruh masyarakat untuk tetap tenan. Pasalnya, hingga hari ini Dinas Pendidikan Kabupaten Garut masih menggunakan strategi belajar mandiri dari rumah.

“Surat tersebut, hanya mengecek kesiapan satuan pendidikan dan pembenahan saja. Kapan belajar di sekolah akan dilakukan masih menunggu arahan pimpinan,” ucapnya.

Totong menandaskan, banyak pertimbangan untuk kembali memberlakukan belajar di sekolah. Pertimbangan paling utama, keselamatan peserta didik, guru, kepala sekolah dan seluruh pekerja yang ada di sekolah.

“Saat ini kita masih melakukan kajian. Keselamatan semua civitas yang ada di sekolah segala-galanya,” akunya.

Totong mengaku, saat ini pihak sekolah harus bersiap menyediakan tempat cuci tangan, masker, handsanitezer dan fasilitas protokol kesehatan lainnya. (*)

Reporter: Farhan SN
Editor: Citra Kharisma


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here