Rapid Test China Eror, Pemkab Garut Hanya Buang Anggaran dan Resahkan Warga

Garutexpress.id – Hasil rapid test yang tidak akurat membuat warga Garut semakin resah. Warga beranggapan, langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan rapid test hanya buang-buang anggaran dan meresahkan warga.

“Sudahlah hentikan saja. Rapid tes hanya buang anggaran dan meresahkan warga,” ujar warga Garut Kota, Rini Kartini (25) kepada garutexpress.id, Rabu (13/5/2020).

Menurutnya, hasil rapid tes seperti “prank” saja. Hari ini dikatakan positif besoknya sudah berubah lagi.

“Jadi semacam di prank. Dinyatakan positif eh tapi bohong,” kata dia.

Jadi, menurutnya, lebih baik hentikan saja rapid tes ini. Ternyata hasilnya tidak efektif juga.

“Sudahlah ga efektif. Jangan buang anggaran. Lebih baik pake bantu warga yang terdampak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian Tim Nasional (LKTN) Garut, Andri Ramdhani,mengatakan, alat rapid tes yang digunakan Pemkab Garut dua-duanya didatangkan dari China. Menurutnya, proses pengadaan kedua alat itu pun tak jelas.

“Bagaimana lelangnya saja tak jelas. Dinkes Garut hanya melakukan penunjukkan,” katanya.

Andri mengatakan, Pemkab Garut harus lebih serius dalam penanggulanagan Covid-19 ini. Pasalnya, menyangkut urusan nyawa manusia.

“Ini urusan nyawa manusia. Jangan asal-asalan mengeluarkan pernyataan. Hari ini positif besol jadi negatif,” ujar Andri.

Andri melanjutkan, Dinkes Garut harus terbuka inti persoalan sebenarnya di mana? Apakah alatnya yang jelek? atau tidak bisa cara baca hasilnya?

“Jadi jangan asal-asalan memvonis seseorang soal corona,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr Maskut Farid, membenarkan ada dua versi hasil rapid tes berbeda tempo hari. Namun untuk berjaga-jaga, ketujuh orang itu tetap dikarantina.

“Hasil pastinya nunggu swab test. Kalau positif harus masuk rumah sakit. Kalau negatif boleh pulang,” katanya.

Menurutnya hasil swab test akan ke luar 4-5 hari. Pemeriksaannya dilakukan di Bandung.

Saat disinggung terkait alat yang digunakan, Maskut mengaku kedua alat itu didatangkan dari China. Prosedur pengadaannya melalui penunjukkan.

“Kalau lelang dulu kan lama. Jadi penunjukkan,” akunya.

Alat rapid test itu ada yang dari Pemprov Jabar dan Pemkab Garut beli melalui jalur pengadaan. Jadi, kata dia dua alat rapid tes itu sama dari China namun mereknya berbeda. (*)

Penulis: Farhan SN


1 COMMENT

  1. Pernyataan umum
    Daerah wabah corona dari Wuhan (Cina)
    Kenapa beli dari cina ?
    Emang tidak ada dari negsra lain ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here