Pengusaha Kopi Garut Keluhkan Dampak Wabah COVID-19

garutexpress.id– Dampak virus corona (COVID-19) yang mengguncang dunia berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Terlebih setelag pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sektor perekonomian secara otomastis menjadi salah satu sektor yang merasakan beratnya dampak virus maut ini. Industri kopi lokal Garut Salah kini mulai mengeluhkan perkembangan bisnisnya.

“Dalam satu setengah  bulan terakhir ini, sejak diberlakukannya PSBB di sejumlah kota besar seperti Jakarta dan daerah Botabek sebagai daerah utama tujuan pemasaran atau suplai kopi Garut, volume produksi menurun hingga 90 persen.  Saat ini tersisa volume produksi kopi Garut ini antara 5 hingga 10 persen, itupun melalui jalur pemasaran sistem online,” ujar Feri Ferdiansyah, salah seorang produsen kopi di Kampung Nagrak Wetan, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut,  Rabu (6/5/2020).

Menurut pemilik merek  Paricoffee itu, seluruh kedai  kopi di sejumlah kota besar yang menjadi tujuan pemasarannya selama ini tutup total, karena harus mematuhi kebijakan pemerintah PSBB.

“Secara matarantai dengan berhentinya pendisitribusian kopi kesejunkah daerah di Jakarta dan sekitarnya juga sangat berdampak terhadap kelangsungan petani kopi. Dan dikhawatirkan para petani kopi itu  beralih profesi kesektor pertanian lainnya  karena sepinya pemesan kopi dari para produsen kopi,”katanya.

Feri mengungkapkan, agar produksi kopi tetap beroprasi, dirinya memaksimalkan sisa pemasaran yang tinggal 10 persen itu. Selain pemasaran melalui online juga melayani penjualan untuk kebutuhan lokal konsumsi rumah tangga.

“Alhamdullilah, meski terbatas, kita masih bisa berproduksi dan masih  bisa menggaji pegawai kami,” tukasnya.

Dikatakannnya, jika dalam kondisi normal, Feri yang merintis usaha kopi Garut asli Cikajang sejak tahun 2002 ini ,usahanya bisa menjual  ratusan kilo per bulannya namun dalam situasi COVID-19 ini menurun drastis.

“Kami berharap COVID-19 cepat berlalu, sehingga kondisi usaha kopi kami bisa kembali  normal seperti biasanya, meski harus merintis dan menata usaha kami dari awal lagi,”pungkasnya. (*)

Reporter  :  IR

Editor      : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here