Penanggulangan COVID-19 di Garut Belum Efektif, Forkopkes Sampaikan Penyataan Sikap

garutexpress,id-  Akhir-akhir ini, tata kelola manajemen penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Garut dinilai belum efektif, sehingga mengundang tanda tanya bagi sejumlah pihak.

Terkait hal tersebut, Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan (Forkopkes) yang terdiri dari 13 organisasi sampaikan pernyataan sikap terkait meluasnya penyebaran Covid-19 di Garut.

Menurut, Ketua Forkopkes Garut, dr Edy Kusmayadi, pernyataan sikap itu ditujukan untuk tiga pihak. Yakni gugus tugas penanganan COVID-19, masyarakat, dan anggota profesi kesehatan.

“Kepada gugus tugas, kami memohon pemenuhan APD yang terstandar dan berlanjut di setiap level pelayanan kesehatan,” ucap Edy di Sekretariat PPNI Garut, Senin (4/5/2020).

Edy juga meminta jaminan keamanan dan keselamatan kepada petugas medis selama proses penanganan COVID-19. Ia berharap, kasus di Puskesmas Pameungpeuk tak terulang lagi.

“Seperti di Pameungpeuk jangan sampai terulang lagi. Kasus itu jadi intropeksi semua. Jangan sampai terjadi lagi,” katanya.

Ketua PPNI Garut, Karnoto, menyebut jika kasus di Pameungpeuk jadi dasar pihaknya meminta perlindungan keamanan. Pasalnya sempat ada ancaman penculikan kepada salah seorang dokter.

“Laporan ke saya, ada ancaman penculikan via WA. Tapi jangan terlalu dibesarkan,” tukasnya.

Puskesmas Pameungpeuk sempat ditutup setelah ratusan warga menggeruduk kantor kecamatan. Hal itu dilakukan setelah ada jenazah yang datang diduga COVID-19 namun tak dipulasara standar. Meskipun akhirnya jenazah itu disebut tak terindikasi COVID-19.

Selain masalah keamanan, Edy menambahkan meminta kepada gugus tugas memberi jaminan kesehatan bagi petugas medis di garda terdepan. Berupa pemberian ekstra feeding serta menyiapkan lokasi karantina jika ada petugas medis yang terpapar. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here