Pedagang Pasar Tradisional di Garut Keluhkan Pembatasan Jam Operasional

garutexpress.id- Sejumlah pedagang pasar tradisional di Kabupaten Garut mengeluhkan pembatasan jam operasional oleh pemerintah setempat.  Para pedagang bealasan, dibatasinya jam operasional berdampak pada menrunnya pendapatan.

Seperti diketahui, pembatsan jam operasional tersebut diberlakukan seiring kian merebaknya wabah virus corona (COVID-19). Keluhan pedagang ini semakin beralasan saat pemerintah memberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga berpengaruh terhadap menurunya jumlah pembeli.

“Tiga hari sebelum puasa, pembelinya sudah berkurang. Terus sekarang lagi PSBB semakin berkurang. Apalagi operasional pasar dibatasi sampai jam 13.00 (WIB),” ujar Undang (60), salah seorang pedagang sayuran,  di kawasan pasar Ciawitali Garut, Jumat (8/5/2020).

Dikeluhkannya, pembatsan jam operasional pasar sangat memperngaruhi terjadap penurunan pengahsilannya. Padahal di siang hari, merupakan masa banyak pembeli datang.

“Kalau pagi itu belum banyak yang beli. Siang baru banyak yang borong. Tapi sekarang siangnya harus ditutup,” katanya.

Selama tiga hari PSBB, Undang menyebut kerap melanggar waktu operasional. Jika mengikuti aturan, ia tak bisa menjual barang dagangannya.

“Nanti malah banyak sayuran yang busuk karena enggak kejual. Jadi suka sampai sore bukanya. Lihat situasi juga,” tukasnya. (*)

Reporter  :  FW

Editor      :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here