New Normal, Garut Segera Berlakukan Belajar di Sekolah, Kadisdik Mulai Berbenah

SUASANA penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMPN 1 Cikajang, Garut, Senin (22/04/2019)/ foto: Zenal/GE.***

Garutexpress.id – Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan Kabupaten Garut akan menerapkan new normal di masa pandemi Covid-19.

Saat ini, Bupati telah mengintruksikan PNS agar kembali bekerja di kantor dinas masing-masing dengan melakukan protokol kesehatan.

Selain itu, Bupati pun menargetkan dalam waktu dekat, siswa bisa kembali menimba ilmu di sekolah.

“Terkait sekolah yang masih libur, kita masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan soal waktu masuk sekolah. Namun masalah masuk sekolah akan sangat berat jika menerapkan new normal,” kata dia.

Alasannya, banyak sekolah di kampung-kampung yang belum memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang baik. Padahal, sumber air jadi yang utama agar siswa rajin mencuci tangan.

“Sekolah yang berat itu. Kami melihat, tak semua sekolah itu punya air, apalagi yang di kampung-kampung. Kami sedang lakukan kajian, soal fasilitas untuk cuci tangan ini,” katanya.

Namun tentunya bagi sekolah yang siap menerapkan protokol kesehatan sudah bisa kembali bersekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, S. Pd, M. Si, mengatakan sampai saat ini belajar masih di rumah. Walaupun, Kemendikbud menyatakan belajar di sekolah akan segera dilakukan.

“Itu kan persyaratannya cukup berat. Jadi kami pun belum bisa memastikan. Karena surat edarannya pun belum kita terima,” kata Kadisdik.

Totong mengaku, masih memakai SE Mendikbud no 4 tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan di Covid-19.

Namun, jika dalam waktu dekat new normal yang akan dilakukan pemerintah dirinya pun siap melakukan sejumlah pembenahan.

Berdasarkam pantauan garutexpress.id, saat ini Disdik Garut telah mengeluarkan surat edaran terkait kesiapan pembelajaran new normal.

Surat edaran Kadisdik Garut menghadapi new normal belajar di sekolah.

Dalam surat itu intinya, sekolah yang akan melakukan pembelajaran di sekolah harus menyiapkan, masker, tempat cuci tangan, jarak duduk dan jam belajar dibatasi.

Bagi sekolah yang mampu menerapkan empat syarat tersebut diperbolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Surat tersebut disampaikan kepada para kepala sekolah baik negeri maupun swasta. Selain itu ditembuskan juga kepada Bupati Garut dan wakilnya. (*)

Reporter: Farhan SN
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here