Menjelang Lebaran, Petani di Banyuresmi-Garut Keluhkan Anjloknya Harga Cabai Kriting

garutexpress.id- Beberapa hari menjelang tibanya hari Idul Fitri 1441 H- 2020 biasanya harga sejumlah komditas sayuran mengalamai kenaikan. Namun, saat ini, seiring merebaknya virus corona (COVID-19) para petani mengeluhkan anjloknya harga, khususnya untuk momoditas cabai kriting.

Ajang, salah seorang petani vabai kriting di Kampung Babakan Cibuyutan, Desa Sukakarya, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut meyebut, saat ini hasil panennya (cabai kriting) oleh bandar/ tengkulak hanya dihargai Rp 5000 per kilo gramya.

Diakui Ajang, biasanya jika dalam kondisi normal di pertengahan Ramadhan harga cabai krting tengah basgus. Bahkan, sebelum ada wabah corona, harga cabai kriting bisa dibeli para bandar pada kisaran harga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilo gramnya.

“Ya, harganya anjlok, sangat murah. Padahal, jika pertengahan Ramdahan menjelang Idul Fitri biasanya harganya bagus,” ungkap Ajang, Selasa (12/05/2020).

Dengan harga jual yang saat ini hanya Rp 5000 per kilo gram otomatis petani kelimpungan. Bagaimana tidak, dengan harga jual yang murah jangankan mendapat untung, untuk membayar pekerja di area pertanian pun pas-pasan.

“Mungkin akibat adanya COVID-19 dampaknya seperti ini (murah). Hasil panen di pertengahan bulan Ramadhan tahun sebelumnya harga jual di kisaran Rp 20 ribu  hingga Rp 25 ribu per kilonya. Sekarang hanya Rp 5000 per kilo gramnya. Dengan harga Rp 5000, untuk upah pekerja saja pas pasan. Malahan bisa merugi, karena modal nya pun puluhan juta untuk sekali tanam,” ungkapnya. (*)

Reporter : Nuroni

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here