Masuk Rancangan Perbup, Berikut Titik Penyekatan Saat PSBB Garut Diberlakukan

Garutexpress.id – Kabupaten Garut mengikuti kebijakan Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) pada 6 Mei Mendatang.

Wakil Bupati Kabupaten Garut, dr Helmi Budiman, mengatakan, tanggal 1 Mei 2020 Kemenkes menyetujui pemberlakuan PSBB di Jabar. Itu artinya, kata dia, Kabupaten Garut pun akan melakuka penerapan PSBB selama 14 hari kedepan terhitung sejak 6 Mei 2020.

“Tadi kita sudah melakukan pembahasan rancangan Perbup PSBB. Besok pembahasan akan dilanjutkan dengan unsut Forkopimda,” kata Helmi di Pamengkang, usai menghadiri rapat terbatas, Minggu (3/5/2020).

Helmi melanjutkan, rancangan perbup memuat enam pembatasan sosial. Pembatasan tersebut adalah pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan, aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, pergerakan orang dan barang menggunakan transfortasi.

Helmi menjelaskan, apabila di tempat kerja pemerintah atau swasta di temukan PDP atau konfirmasi Positif maka aktivitas di berhentikan selama 14 hari.

Sementara itu, kata dia, pembatasan diprioritaskan di 8 zona merah kecamatan yaitu Wanaraja, Garut kota, Tarogong Kaler, Selaawi, Cigedug, Cikajang, Banyurwsmi dan Cibatu.

Adapun jalan yang di tutup selama PSBB yaitu Jalan A Yani, Jalan Pramuka, Ciledug dan Papandayan. Kemudian jalan dilakukan pembatasan Orang dan Barang antara lain Jalan Otista, Cimanuk dan Sudirman.

Helmi melanjutkan, sejumlah daerah akan dilakukan pembatas juga. Ia menyebutkan daerah pembatasan kadungora- Leles (PT changsin), Jalan baru bypass (Anwar musyadadiyah) Bayuresmi, Perbatasan Samarang (Pesona Intan), Cikajang ( Lawang Angin), Wanaraja (Jln Belokan Talagabodas).

“Petugas dilapangan nantinya akan dieksekusi aparat gabungan yaitu TNI, Polisi, Dishub dan Satpol PP,” pungaksnya.(*)

Penulis: Mahesa
Editor: Farhan SN


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here