Hasil Rapid Test Eror, Wartawan dan PNS di Garut Dinyatakan Reaktif Tapi Salah

Garutexpress.id – Tujuh orang dinyatakan reaktif pada pemeriksaan massal, Selasa (12/5/2020). Namun ternyata setelah dilakukan rapid tes ulang hasilnya negatif.

Tujuh orang yang dinyatakan reaktif berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan wartawan. Meski hasil rapid test ke dua dinyatakan negatif namun semuanya tetap harus menjalani karantina.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, membenarkan hasil rapid tes yang berubah-ubah. Oleh sebab itu, hasil swab yang menjadi patokan seseorang positif atau tidak.

“Kemarin kita lakukan rapid test terhadap 400 orang. Hasilnya 7 orang dinyatakan reaktif,” kata Helmi, Rabu (13/5/2020).

Namun saat kembali diperiksa, ketujuh orang itu ternyata nonreaktif. Meski hasil tes menyatakan nonreaktif, ketujuhnya tetap harus menjalani isolasi.

“Jadi hasil rapid test tidak bisa jadi pegangan hanya sebagai diteksi dini saja. Jadi tetap harus diuji swab dulu untuk mengetahui positif dan negaif hasil laboratorium,” katanya.

Menurutnya, peristiwa seperti ini bisa terjadi pada semua alat. Ia menngungkapkan ada sejumlah kasus yang tadinya sudah di vonis positif malah jadi negatif.

“Itu istilahnya positif palsu dan negatif palsu,” ucapnya.

Namun untuk mengurangi resiko, tetap saja ketujuh orang tersebut harus menjalani isolasi sebelum hasil swab test keluar hasilnya. (*)

Penulis: Farhan SN
Editor: Citra Kharisma


1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here