Hari Pertama PSBB di Garut, Warga dan Petugas Masih Santuy

Sejumlah warga masih bebas berbelanja pakaian di Pengkolan Garut, Rabu 96/5/2020).*

Garutexpress.id – Hari pertama penerapan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut belum direspon warganya. Aturan psbb belum berpengaruh banyak terhadap tujuan pemerintah agar masyarakat mau menerapkan social distancing dan tetap diam di rumah.

Rabu (6/5/2020), sejumlah toko pakaian dan elektronik masih buka seperti biasa. Bahkan para pedagang kaki lima pun dengan leluasa berjualan di sepanjang trotoar jalan ahmadyani.

Kerumunan warga masih terjadi di sejumlah toko pakaian dan supermaket. Bahkan ada juga warga yang tak mengenakan masker meski saling berdesakan dengan warga lainnya.

Lebih parahnya lagi/ tak ada satu petugaspun yang mengingatkan warga. Dilokasi pusat pembelanjaan hanya ada mobil satpol pp yang terparkir di tengah jalan. Namun petugasnya entah ke mana.

Selain itu, hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Kabupaten Garut masih terpantau belum ada pemeriksaan kendaraan yang beraktifitas. Hal ini terlihat di cek poin Maleer Banyuresmi- Garut, yang belum ada aktifitas pemeriksaan kendaraan yang lalu lalang.

Meski sudah ada petugas dari Saptol PP dan TNI-Polri, namun penjagaan belum terlihat dan terkesan masih longgar. Tidak hanya di pos Maleer, di beberapa pos masih belum ada pengecekan kendaraan dari dalam maupun luar kota.

Kondisi ini sangat disayankan, salah satunya oleh Ian Sopian (48) Warga Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul. Menurutnya seharusnya pemerintah sudah mulai melakukan langkah-langkah kongkrit.

“Tadi saya habis dari pasar masih banyak yang tidak menggunakan masker, bahkan mobil plat luar Garut masih banyak berkeliaran di Garut,” ucapnya.

Aktivitas masyarakat di hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut tak banyak berpengaruh. Sejumlah toko pakaian, elektronik, dan toko lainnya masih tetap beroperasional.

Pemeriksaan di sejumlah cek poin pun belum dilakukan. Baru di wilayah kota yang memeriksa para pengendara. Selain itu sejumlah ruas jalan di pusat kota ditutup.

Sejak pukul 09.00, Jalan Ahmad Yani, Ciledug, Cikuray, dan Jalan Pramuka ditutup. Penutupan dilakukan untuk mengurangi jumlah warga yang menuju pusat kota.

Camat Garut Kota, Bambang Hafid, mengatakan, mulai hari ini PSBB telah diterapkan. Namun pihaknya belum melakukan penindakan kepada warga yang melakukan pelanggaran.

“Lebih banyak ke sosialisasi. Seperti ke pengendara yang tak pakai masker atau tidak sealamat, kami beri peringatan dulu,” ucap Bambang di Jalan Ahmad Yani, Rabu (6/5/2020).

Terkait toko di pusat kota yang masih buka, Bambang menyebut pada hari ini pihaknya akan membuat surat edaran. Pihaknya juga melakukan sosialisasi agar toko-toko bisa menyesuaikan dengan aturan PSBB.

“Surat edarannya kami akan buat setelah ada dari gugus tugas kabupaten. Mulai besok toko di pusat kota harus menyesuaikan,” katanya. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here