Hari Ketiga Pelaksanaan PSBB di Garut, Tercatat Ada 121 Pelanggaran

garutexpress.id- Pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sesuai Perbup No.22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini lebih intens.

“Target pertama adalah penerapan PSBB Kabupaten Garut adalah Penegakkan aturan, dan target kedua adalah jumlah rapid test yang dilaksanakan secara masiv untuk mendapat gambaran peta perseba-ran,” ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, di sela-sela monitoring pelaksanaan PSBB di Kecamatan Kadungora yang dijadikan Check point utama, Jum’at (08/05/2010).

Dari pantauan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, PSBB berjalan cukup tertib, dengan beberapa personel yang diturunkan sebanyak 26 personel, mulai dari TNI, Depom Polri, Dishub, Dinkes, Satpol PP, unsur kecamatan, dan SKPD lainnya, termasuk tim relawan.

Laporan yang diterima dari Dinas Perhubungan, dari Jumlah kendaraan yang diperiksa (kendaraan umum 247 unit, kendaraan 433 unit), terdapat 121 pelanggaran, umumnya masyarakat pengguna jalan tidak memakai masker.

“Ada kendaraan tanpa menunjukka STNK. Ada juga satu kendaraan karena mengaku anggota TNI, padahal bukan. Kiniditangani Denpom dan mobil di tahan, sedangkan penumpangnya disuruh kembali,” ujar Suheman, Sabtu (09/05/2020).

Dalam operasi ini, juga diperoleh data seorang penumpang dengan suhu 41 °C di kategorikan sebagai OTG (Orang Tanpa Gejala).

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Kabupaten Garut sudah dimulai sejak diberlakun tanggal 6 Mei 2020 berdasarkan Peraturan Bupati Garut nomor 22 Tahun 2020.

Untuk mendapat gambaran yang jelas pencapian target Pelaksanaan PSBB Kabupaten Garut dilaksakan setiap malam di ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Wakil Bupati Garut, dr. Helmy Budiman di dampingi Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Garut, Deni Suherlan,

melakukan evaluasi bersama SKPD terkait untuk memastikan bahwa pelaksanaan PSBB di Kabupaten Garut mampu memperlambat persebaran Pandemi Covid-19 bahkan menghentikan secara signifikan.

Penerapan aturan PSBB tentunyan tidak bisa diterapkan langsung sehubungan dengan persiapan yang perlu dilakukan terutama dari sisi sosialisasi kepada masyarakat. Setelah dua hari dilaksanakan masih tidak begitu ketat, dan secara terus menerus menjalankan edukasi kepada masyarakat dengan peningkatan penegakan aturan yang semakin intens.

“Keberhasilan Pelaksanaan PSBB ini tentunya sangat tergantung kepada tingkat kedisiplinan Masyarakat dalam mematuhi aturan PSBB,” ujar Helmi usai memimpin rapat evaluasi, Jum’at malam.

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, jajaran petugas gabungan dalam PSBB telah disebar di sejumlah titik kawasan perkotaan, maupun perbatasan kota (Check point) untuk memeriksa warga pendatang.

Petugas melakukan penertiban terhadap orang yang melanggar PSBB seperti tidak memakai masker, maupun kafe dan warung yang berjualan makanan di siang hari. Bupati Rudy mengakui, aturan PSBB masih memberikan toleransi kepada pedagang untuk tetap berjualan dengan batas waktu yang ditentukan sebagai upaya menghindari kerumunan orang. (*)

Reporter :  Yans

Editor     :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here