Harganya Murah, Hati-hati Telur ‘Infertile’ Bisa Menetas dalam Kulkas

garutexpress.id- Baru-baru ini beredar di pasaran harga telur yang murah dari harga normal. Jangan terbius dengan harga telur murah, bisa jadi telur yang harganya murah adalah telur infertile atau telur tertunas (HE).

Hal ini disampaikan salah satu Dosen Jurusan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang Ali Mahmud, MT, terkait maraknya harga telur murah di masyarakat.

Menurut Ali, telur infertile adalah telur yang difungsikan untuk menjadi telur tetasan. Jadi di dalam telur ada benih sperma untuk ditetaskan.

Penjualan telur infertile ini, dikatakan Ali yang juga dosen peternak di Kecamatan Puvon, Kabupaten Malang, juga dilarang oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI.  Larangan tersebut tertuang dalam surat No: 28173/PK.020/F/04/2020, tentang larangan penjualan telur tertunas (HE) dan Infertile.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pemilik perusahaan pembibitan ayam ras.Maraknya telur infertile disebabkan harga ayam sedang anjlok

“Surat dirjen ini mengacu kepada surat Menteri Pertanian No 32 tahun 2017 pasal 13 ayat 4 menyebutkan bahwa pelaku usaha integrasi pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan telur infertile sebagai telur konsumsi. Untuk itu disampaikan kepada pimpinan perusahaan pembibitan ayam ras untuk bersungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, dalam menjalankan amanah pasal tersebut,” ungkapnya.

Ditegaskannya, ketika ditemukan pelanggaran disertai bukti-bukti, maka pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 28 ayat 4 Permentan No. 32/2017 berupa peringatan tertulis, penghentian kegiatan penyediaan dan peredaran ayam ras, tidak diberikan rekomendasi pemasukan selama 1 tahun, dan pencabutan izin usaha.

“Maraknya telur infertile disebabkan harga ayam sedang anjlok. Ketika harga anjlok maka pengaruhnya pada telur infertile yang berisi benih ayam yang dipersiapkan untuk menjadi bibit ayam baru,” ujarnya.

Dijelaskannya, ketika telur ini menetas maka akan menjadi beban peternak karena harga ayam yang anjlok tersebut.

“Nah, di sinilah letak permasalahannya, daripada nanti biaya operasional lebih tinggi sementara harga jual ayam turun maka telur infertile dijual dengan harga sangat murah,” katanya.

Apa yang tejadi ketika telur ini dimakan? Ali menyebutkan tidak ada pengaruhnya bagi kesehatan. Hanya saja dikawatirkan saat disimpan dalam lemari pendingin terlur tersebut dapat menetas. (*)

Dari berbagai sumber
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here