Bantuan Guru Honorer Tidak Merata, APSI Garut Minta Baznas Bergerak

Bantuan Guru Honorer Tidak Merata, Apsi Garut Minta Baznas Bergerak

Garutexpress.id – Pemerintah Kabupaten Garut telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp8 miliar untuk membantu guru honorer yang terdampak Covid-19. Namun nampaknya bantuan tidak akan serta merta dibagikan kepada semua guru honorer. Pasalnya guru honorer yang akan dapat bantuan hanya bagi yang sudah terdaftar di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

“Di Garut ini masih banyak guru honorer yang belum masuk Dapodik. Namun mereka eksis mengajar bahkan beban mengajarnya sama dengan guru lainnya,” kata Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Garut, Sony MS, Selasa (19/5/2020).

Menurut Sony, guru honorer yang tidak masuk Dapodik seharusnya sama mendapatkan bantuan. Namun karena urusan administrasi mereka jadi tak dapat bantuan.

“Tentunya ini tidak adil. Mereka itu benar-benar berjihad tapi tidak mendapatkan perlakuan dan perhatian yang sama dari pemerintah,” ucap Sony.

Oleh sebab itu, kata dia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut harus cepat bergerak. Menurutnya, guru honorer yang tidak ada di dalam Dapodik masuk dalam kategori penerima zakat.

“Mereka itu fisabilillah. Jadi sangat berhak menerimanya. Saya harap Baznas bisa segera membatu,” katanya.

Apalagi, selama ini Baznas Garut banyak dibantu oleh guru PNS yang membayarkan zakat. Jadi, kata dia, sudah sewajarnya jika bantuan untuk guru honorer yang tidak masuk Dapodik jadi perhatian Baznas Garut.

Sony mengaku, guru honorer yang tidak masuk Dapodik di Garut jumlahnya ratusan. Ia mencontohkan di SMPN 1 Tarogong Kaler saja ada 5 orang. Apalagi, kata dia di sekolah swasta jumlahnya akan lebih banyak.

Selain itu, Sony juga minta kepada pemerintah agar segera mencairkan dana operasional sekolah (BOS). Pasalnya sampai saat ini masih banyak sekolah yang belum bisa mencairkan dana BOS, sementara kebutuhan untuk membayar gaji guru honorer sangat mendesak.

“Menurut informasi, pelayanan Bank akan tutup hari Kamis (21/5/2020) jadi kalau tidak cair kasian guru honorer tidak bisa dibayar gajinya. Apalagi menghadapi lebaran kebutuhan serba meningkat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Farhan SN
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here