Bantuan Gubernur Telat Didistrbusikan, Beberapa Ton Telur Membusuk di Gudang Bulog Garut

garutexpress.id- Bantuan Gubernur (Bangub) Jawa Barat berupa sembako masih tertunda. Rencananya Bangub tersebut akan diberikan untuk 47.983 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut.

Diketahui, hingga saat ini sembako berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula, dan terigu, masih menumpuk di gudang Bulog Garut.

Telatnya Bangub membuat sedikitnya empat ton telur membusuk. Sementara proses pendistribusian belum bisa dipastikan waktunya.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, memang pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah bekerjasama dengan PT Pos Cabang Garut untuk mendistribusikan Bansos di Kabupaten Garut. Namun, belum ada kejelasan apa alasannya bantuan tersebut belum didistribusikan.

Sementara dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ESDM Kabupaten Garut Gania Karyana, bahwa kewenangan pendistribusian Bangub tersebut ada di Dinas Sosial, Bulog, dan PT Pos Cabang Garut. Pihaknya, diakui dia, hanya memantau saja.

Sedangkan keterangan dari Kepala Kantor Pos Cabang Garut, Ade Soleh, menyebutkan bahwa pendistribusian Bansos Gubernur Jawa Barat belum bisa dimulai dikarenakan data penerima baru diterima dari Dinas Sosial Kabupaten Garut masih diolah.

“Pengolahan datanya dilakukan Kantor Regional Pos. Setelah pengolahan data selesai, baru Bangub bisa didistribusikan kepada warga miskin yang akan menerima,” kata Ade, Sabtu (8/5/2020).

Ia belum bisa memastikan kapan distribusi Bangub bisa dimulai, karena sangat tergantung proses pengolahan datanya. “Mudah-mudahan proses data tidak lama sehingga distribusi ke masyarakat dapat segera dilaksanakan,” ujar Ade.

Sementara dari pantauan di Gudang Bulog Kabupaten Garut, pada Sabtu (8/5/2020) gudang tersebut tampak dpenuhi paket sembako yang siap didistribusikan. Para pekerja terlihat bekerja ekstra mengemas sembako ke dalam dus berlabel Bulog.

Sayangnya, karena waktu belum ada kepastian, hingga puluhan ribu paket Bangub tersebut memenuhi Gudang Bulog Garut. Tidak ayal komoditas yang cepat busuk seperti telur pun harus diganti lagi.

“Ada sekitar empat ton telur yang membusuk akibat tidak segera disalurkan. Selain telur busuk, juga pekerjaan pengepakan jadi bertambah karena harus mengganti pengepakan telur,” ungkap salah seorang petugas yang meminta namanya dirhasiakan. (*)

Reporter : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here