Awasi Bersama, Anggaran BTT Corona di Garut Mengalir ke Sejumlah Dinas

Rapat unsur Forkopimda dalam penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Garut.*

Garutexpress.id – Pengawasan terhadap penggunaan anggaran biaya tak terduga (BTT) di Pemerintah Kabupaten Garut harus dilakukan semua unsur masyarakat dan pemangku kebijakan. Pasalnya jumlah anggaran yang digelontorkan sangat besar, sementara penggunaannya diberikan keleluasaan.

Ketua Lembaga Kajian Tim Nasional (LKTN) Garut, Andri Ramdhani, Kementerian dalam negeri membolehkan pemerintah daerah menggunakan BTT untuk penanggulanagan wabah Covid-19. Namun, pemerintah harus lebih dulu menetapkan status bencananya. Hal tersebut, mutlak dibutuhkan agar tidak menjadi temuan APIP dan BPK RI.

Andry menjelaskan, dalam poin Nomor 3 Surat Edaran Nomor 440/2622/SJ itu, dinyatakan Pemda dapat menetapkan status keadaan darurat siaga bencana Covid-19 dan/atau keadaan tanggap darurat bencana Covid-19 di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota.

Status darurat siaga bencana atau tanggap darurat bencana harus didasarkan pada kajian atau penilaian kondisi daerah perihal penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota/provinsi.

Lebih lanjut Andry menyampaikan, saat ini Pemkab Garut telah menyiapkan anggaran BTT sebesar Rp 100 miliar. Dana tersebut diperoleh dari anggaran BTT tahun 2020 sebesar Rp 25 miliar dan tambahan dari efisiensi tiap dinas sebesar Rp70 miliar.

Lebih rinci, Andry menjelaskan anggaran tersebut mengalir ke sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Ia mengungkapkan, saat ini pencairan dana tahap satu telah dilakukan Pemkab Garut. Dana sebesar Rp 2.968.041.420 telah didistribusikan ke tiap dinas instansi.

Rincian pencairannya sebagai berikut:

1. Dinas kesehatan RP 393.940.000
2. RSU dr Slamet Garut Rp 1.649.896.000
3. Sekretariat Daerah Rp 50.000.000
4. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik RP 398.000.000
5. Diskominfo Rp 64.700.000
6. BPBD Rp50.000.000
7. Satpol PP RP153.635.000
8. Dinas Pertanian RP 207.870.000
Total pencairan BTT Tahap Satu Rp2.968.041.000

Setelah pencairan dana BTT penanggulangan Covid-19 tahap satu rencananya dalam waktu dekat akan disusul pencairan tahap dua dan tahap tiga. Jumlah anggarannya jauh lebih besar ketimbang anggaran tahap satu.

Informasi yang dihimpun, untuk pencairan dana tahap dua anggaran BTT yang akan didistribusikan ke sejumlah dinas nilainya Rp15.219.415.420.

Kemudian akan disusul lagi oleh pencairan BTT tahap tiga yang jumlahnya lebih besar lagi yaitu Rp42.141.128.210. Total anggaran BTT yang masuk dalam rencana kebutuhan belanja (RKB) tanggap darurat bencana wabah akibat Covid-19 Pemkab Garut sebesar RP 60.328.584.630.

Berdasarkan pernyataan Bupati Garut, dana BTT untuk penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 100 miliar. Namun dalam pagu anggaran baru di tuangkan RP 60.328.584.630.

Selain mengalir ke sejumlah dinas di atas, ternyata dalam RKB dicantumkan juga untuk bantuan pembayaran kredit Rp 10 miliar. Bahkan ada juga sembako Bansos Rp 6 miliar dan bantuan bagi Armada Rp140.000.000.

Mengingat besarnya gelontoran dana tersebut, kata Andry, dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi penggunaan BTT Covid-19. Selain itu, ia meminta para penegak hukum berperan aktif mengawasi pengunaan dana tersebut. (*)

Rencana Kebutuhan Anggaran (RKA) penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Garut.*

Penulis: Farhan SN
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here