Alami Buta Mata, Pria 53 Tahun Diterlantarkan Keluarga di Lapang Jayaraga Garut

Dengan kepala yang selalu tertunduk, Ade (53) ditemui tim redaksi garutexpress.id dengan kondisi kurus dan tak terurus, Minggu (10/5/2020).*

Garutexpress.id – Minggu malam saat hujan mulai berhenti menetes dari langit. Tim redaksi garutexpress.id memastikan laporan masyarakat terkait seorang warga yang ditelantarkan keluarganya.

Hanya menggunakan lampu penerangan seadanya, akhirnya tim redaksi garutexpress.id menemukan sesok pria yang sudah kurus dan tak terurus.

Namanya Ade 53 tahun, di usianya yang sudah tak muda lagi ia harus berjuang menyambung hidupnya seorang diri. Pria yang memiliki keterbatasan penglihatan ini, kini menempati bangunan kosong tribun penonton Lapang Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ia mengaku sudah tiga tahun menempati tempat itu. Dengan segala keterbatasan Ade terus berjuang agar bisa tetap hidup.

Ade sekarang tak bisa ke mana-mana. Ia hanya mengandalkan belas kasihan warga setempat yang rela memberinya makan.

“Kapungkurmah abi tiasa keneh mulungan rongsok ayeuna teu tiasa ka mana-mana. Aya wae nu masihan nembe tuang, teu aya mah nya kedah puasa we,” ungkapnya saat didatangi garutexpress.id, Minggu (10/5/2020) di Tribun Lapang Jayaraga.

Ade mengaku, terpaksa tinggal di tribun stadion yang sudah tidak terpakai karena bingung tak ada lagi tempat tinggal. Padahal saat ini, dirinya masih memiliki keluarga dan saudara. Namun tak ada satu orang pun keluarga dan saudaranya yang mau menolong.

“Wargimah gaduh ngan teu aya nu nyambat. Malah ngusir. Isineun gaduh wargi siga abi. Sok disebut jelema gelo. Pedah sok mamawa karung,” akunya.

Ade pun menjelaskan, tidak hanya keluarganya yang mengusir Ade. Setelah orangtuanya meninggal dunia, istrinya pun ikut mengusir Ade dari rumah. Karena tak ada tujuan mau ke mana, akhirnya ia tinggal di tribun Lapang Jaya Raga.

“Muhun abi diusir ku istri sejak mata abi teu tiasa ninggali. Ayeunamah didieu we, sugan aya nu masihan emam wae mah,” akunya sambil memelas.

Ade mengatakan, ia pergi dari rumah yang sekarang ditinggali oleh istrinya di Kecamatan Bayongbong. Ia hanya membawa pakaian yang ada saja.

“Tos teu gaduh nanaon ayeunamah. Asal tiasa tuang we ayeunamah,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ia mau diurus oleh panti jompo, Ade mengaku mau asalkan ada yang ngurus. (*)

Penulis: Awis
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here