Ada PSBB Rasa CFD, Warga Garut Khawatir Penyebaran COVID-19 Kian Masif

SUASANAN di kawasan Pengkolan Garut Kota, di hari ke 4 pemerlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sabtu (09/05/2020)***

garutexpress.id- Kawasan Pengkolan adalah salah satu pusat perdagangan favorit di kota Garut yang menjadi magnet warga untuk berburu aneka produk belanjaan. Tak heran, kawasan di sepanjang Jalan A Yani ini selalu padat pengunjung. Bahkan kawasan tersebut dijadikan area Car Free Day (CFD), meski pada faktanya tak ubahnya pasar tumpah.

Sejak merebaknya kasus virus corona (COVID-19), Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan kawasan Kecamatan Garut Kota tersebut sebagai salah satu titik pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun,3 hari pascadiberlakukannya  PSBB, kawasan pengkolan tetap ramai pengunjung. Terlebih saaat ini memasuki masa menjelang Lebaran (Idul Fitri 1441 H-2020), warag seolah tak peduli dengan bahaya virus corona.

Terkait kondisi di Pengkolan ini dikhawatirkan warga sekitar. Warga menilai, ketegasan pemerintah Kabupaten Garut dalam memberlakukan PSBB dipertanyakan.  Hal ini, setidaknya terpantau di lapangan. Memang, setiap kendaraan dilarang asuk ke kawasan Pengkolan, namun orangya malah diperbolehkan masuk kawasan tersebut, Sabtu (09/05/2020).

Dan kawasan Pengkolanpun tetap disesaki pengunjung, kondisi tersebut tak ubahnya CFD yang bisa digelar di hari-hari normal.

“Ini aneh, katanya diberlakukan PSBB yang mengharuskan tidak boleh adak boleh ada kerumunan warga. Ini malah dibolehkan, memang kendaraannya dilarang masuk, namun orangnya boleh. ‘Asa lieur.’ Saya jadi khawatir penyebaran COVID-19 di Garut kian masif,” tutur, Wawan Openg (42) salah seorang warga di kawasan Jalan A Yani Garut Kota. (*)

Penulis : Syamil Amhar

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here