Terdampak Wabah COVID-19, Hotel di Garut Berlakukan Sistem Kerja Bergilir

garutexpress.id- Beberapa hotel di Kabupaten Garut terpaksa harus memberlakukan sistem kerja bergllir. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir beban biaya oprasional. Meski tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), beberapa hotel melakukannya karena memang sepi pengunjung dampak dari wabah COVID-19.

“Sekarang keadaan hotel di Garut semua sepi, terutama hotel besar.  mereka memberlakukan sistem kerja ‘rolling’ (bergilir) dengan dibayar setengahnya karena kerjanya tidak full,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Raden Teddy kepada wartawan di Garut, Jumat (17/4/2020).

Diungkapkannya, wabah COVID-19 telah berdampak menurunnya tingkat kunjungan hotel di Garut akibatnya pelaku usaha hotel merugi dan kesulitan memenuhi beban gaji pegawainya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai mengeluarkan kebijakan memutus hubungan kerja karyawannya tetapi bekerja secara bergantian yakni sebagian pegawai dirumahkan dan sebagian lagi bekerja.

“Pihak hotel ini melakukan efisiensi dengan merumahkan pekerja sesuai kesepakatan, dan tetap bekerja separuh waktu atau gantian,” tukasnya.

Diungkapkannya, hotel yang memberlakukan kebijakan separuh waktu kerja itu sebanyak 1.313 orang tersebar di hotel berbintang maupun hotel kelas melati.

Terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja hotel tersebut, kata dia, berdasarkan peraturan tetap harus dibayar karena statusnya masih sebagai pekerja di perusahaan tersebut.

Related Post

“Untuk THR sesuai aturan tetap harus dibayar sesuai masa kerja, namun ada juga hotel berdasarkan kesepakatan akan membayar THR setengah dulu, tapi nanti akan dibayar lagi,” katanya.

Ia menambahkan, selain merumahkan pegawai, ada juga perusahaan lain seperti pabrik yang memutus hubungan kerja pegawainya sebanyak enam orang dampak dari wabah COVID-19.

Seluruh karyawan yang diputus hubungan kerja itu, kata Teddy, telah mendapatkan hak-haknya oleh perusahaan sesuai aturan ketenagakerjaan.

“Untuk yang di PHK di Garut ada enam orang, tapi itu juga atas kesepakatan mereka dengan perusahaan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.