Terdampak COVID-19, Pelaku Usaha Ketar-ketir

Anton Heryanto
Anton Heryanto

garutexpress.id- Merebaknya wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh para pelaku usaha. Bahkan, belum genap 1,5 bulan, para pelaku usaha dibuat ketar-ketir. Bagaimana tidak, pemasukan menipis karena penjualan tersendat. Sementara beban pengeluaran setiap hari terus berjalan.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Kreatif Nasional (APKN) Kabupaten Garut, Anton Heryanto. Diharapkannya kondisi mengkhawatirkan itu harus menjadi perhatian pemerintah.

“Meski daya tahan pengusaha di Indonesia berbeda (tergantung sektornya), namun secara umum mereka hanya akan kuat atau bertahan hingga tiga bulan ke depan jika COVID-19 belum berakhir,”ujar Anton.

Menurutnya, tingkat keparahan dan durasi wabah COVID-19 merupakan kuncinya. Semakin parah pandemi Corona dan semakin lama durasinya, maka semakin rusak ekonomi Indonesia.

“Hasil diskusi kita di APKN seluruh Indobesia dan pelaku sektoral, kesimpulan sementara daya tahan cash flow kita hanya sampai bulan Juni 2020. Jika lewat, tidak akan sanggup membiayai pengeluaran, tanpa pemasukan (gulung tikar),” ungkap Anton yang juga selaku Dewan Penasihat Sinergi Nawa Cita Indonesia (SNCI), Ahad (12/4/2020).

Anton menyebut, salah satu solusi dari kebangkrutan, menurunkan beban biaya karyawan (gaji, THR dsb), beban pajak, overhead listrik, gas dan sejenisnya, cicilan utang, bunga, asuransi dan iuran BPJS serta pensiun.

“Jika saat ini perusahaan dipaksa untuk membayar beban-beban itu, dipastikan gulung tikar dan jumlah pengangguran meningkat,” tandasnya.

Pihaknya mendorong pemerintah bertindak cepat mencegah kebangkrutan ekonomi. Caranya, antara lain ada pada kebijakan fiskal untuk membebaskan atau setidak-tidaknya menangguhkan untuk jangka waktu yang cukup berbagai beban biaya.

“Semisal pajak dengan segala bentuk dan turunannya, beban karyawan dengan segala pengeluaran yang terkait, beban overhead seperti listrik dan sejenisnya,” katanya.

Untuk itu, Anton mengajak semua komponen masyarakat bersinergi bersama-sama dan bahu membahu menghadapi serangan virus maur ini.

“Lepaskan kepentingan individu atau kelompok, terlebih kepentingan politis like and dislike dengan menggulirkan isu yang justru membuat konsentrasi kita menghadapi COVID-19 menjadi tidak fokus,” tandasnya. (*)

Penulis : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here