Setiap KK di Desa Sukamulya Terima Bantuan Pangan Senilai Rp 85 Ribu

garutexpress.id- Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Sabtu (18/4/2020), dengan teliti selesai menyalurkan bantuan pangan kepada 1500 kepala keluarga  (KK) terdampak COVID -19.

Bantuan yang dibagikan kepada masyarakat melalui pengurus lingkungan tingkat RW itu di antaranya 5 kg beras, 1 kilo gram minyak sayur, 5 bungkus  mie instan, kecap manis dan gula pasir.

Menurut Kepala Desa Sukamalya, Jono, Keluarga yang berhak menerima bantuan tersebut, adalah seluruh warga masyarakat, kecuali PNS dan mereka yang sebelumnya sudah tercatat sebagai penerima bantuan sosial rutin dari pemerintah.

“Ada alokasi anggaran yang kita terima dari Pemkab Garut senilai Rp 130 juta dibagi sebanyak 13 RW. Uang sebesar itu harus dibagikan merata kepada  setiap kepala keluarga yang berhak dalam bentuk kebutuhan pangan. Jika dirinci total pangan yang kita bagikan hari ini, ada senilai 85 ribu rupiah untuk satu kepala keluarga,” tutur Jono.

Dijelaskanya, bantuan tersebut adalah upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Garut  dalam menjaga kestabilan pangan masyarakat di tengah pandemi corona virus (COVID-19). Tehnis pendistribusiannya, tambah Jono, dilakukan oleh setiap pengurus lingkungan di tingkat RW dengan tetap menjaga standar pencegahan bahaya COVID-19.

Sementara itu, Mahdar Kurnia, Ketua RW 03 yang ditemui saat proses pembagian sembako, merinci, di wilayahnya ada sebanyak 173 kepala keluarga yang tercatat sebagai  penerima bantuan.

“Alhamdulillah, hari ini warga yang rawan tingkat perekonomianya karena corona, ditopang bantuan pemerintah melalui kebijakan bupati.  Saya mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih dan berdo’a agar situasi pandemi ini segera berakhir dan warga bisa kembali beraktifitas secara normal,” harapnya.

Pembagian sembako atau kebutuhan pangan kepada warga, saat ini berlangsung di seluruh wilayah Kabupaten Garut. Sebelumnya, bupati Garut, Rudi Gunawan, mengeluarkan kebijakan pengaliahan pagu anggaran bersipat darurat karena wabah virus corona.

Dana gotong royong  yang pada awalnya akan diterima oleh setiap ketua RW senilai Rp 10 juta untuk peningkatan infrastruktur lingkungan, dialihkan untuk biaya bantuan pangan kepada warga yang terancam mengalami rawan pangan.

Adapun jenis atau jumlah bahan pokok yang dibagikan kepada warga, terjadi perbedaan di setiap wilayah Kabupaten Garut. Ini terjadi karena perbedaan jumlah kepala keluarga atau rumah tangga sasaran sebagai penerima manfaat. (*)

Penulis : Doni Melody

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here