Seorang PDP Meninggal, Empat Kecamatan di Garut Dinyatakan Reaktif COVID-19

FOTO : ilustrasi seorang pasien corona/ ant.***

garutexpress.id- Menyusul dinyatakannya positif Pasien Dalam Perawatan (PDP) asal Kecamatan Cigedug yang sudah meninggal, empat kecamatan di wilayah Kabupaten Garut dinyatakan reaktif COVID-19. Keempat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Cibalong, Cikajang, Tarogong Kaler dan Cisurupan.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Garut, H. Helmi Budiman, saat memimpin rapat bersama Sekda, BPBD dan sejumlah perwakila SKPD, Selasa (21/4/2020),

Wabup mengungkapkan, angka kasus COVID-19 di kabupaten Garut berdasarkan statistik melebihi angka nasional. Hasil rapid test negatif tidak selamanya negatif, karena anti body melemah bias menjadi positif.

“MObilisasi orang yang datang ke wilayah kabupaten Garut yang berasal dari Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi (Jabotabek) beresiko enam kali dibandingkan dari daerah lain,” kata Helmi.

Dalam rapat terungkap, angka puncak kasus COVID-19 di Kabupaten Garut diprediksi terjadi sekitar bulan Mei 2020 (Idul Fitri), dan paling paling tinggi 1 dan 3 Juni 2020. Sedangkan puncak kedua terjadi bulan Oktober dan Desember 2020.

Diungkapkan wabup, laki-laki lebih beresiko daripada perempuan, dan diperkirakan jika terdapat empat orang positif pasti satu meninggal. Khusus kasus positif corona di Kecamatan Ciledug, riwayatnya berasal dari Bogor, terus ke Bandung, Kadungora, lalu berobat berobat ke mantra/ perawat di Cigedug.

Related Post

Setelah itu, dirawat di Puskesmas Cisurupan lalu dirujuk ke RSUD sebelum yang bersangkutan kabur dari ruang isolasi. Keluarga yang pernah kontak dengannya baru sekitar 40 orang sudah dirapid test, sisanya sekitar 200 orang belum dilakukan test.

Semua yang mengadakan perjalanan ke wilayah Garut Selatan harus di-rapid test. Isolasi di rumah hanya untuk orang yang berstatus orang tanda gejala (OTG), sedangkan PDP diusahakan isolasi di Puskesmas dan rumah sakit.

Hasil rapat memutuskan, RT dan RW harus melakukan pengecekan orang-orang yang mudik dari zona merah sekaligus dilakukan rapid test. Bagi warga Garut nyang berada di wilayah zona merah dilarang mudik, dan keluarganya akan mendapat jaminan hidup (jadup) dari pemerintah kabupaten Garut. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.