Sekampung Diisolasi, 315 KK di Cigedug Dapat Jaminan Sembako untuk 10 Hari

garutexpress.id- Menuyusul salah seorang warganya yang dinyatakan positif virus corona (COVID-19), akhrinya salah satu kampung di Garut harus mengisolasi diri secara mandiri.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup warga yang terisolasi, Pemkab Garut memberikan jaminan sembilan bahan pokok (sembako) untuk 10 hari kedepan.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Garut, Helmi Budiman usai prosesi penyerahan bantuan sembako di Kampung Cicurug, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Rabu (22/4/2020).

”Ya, bantuan (sembako) ini untuk kebutuhan hidup selama 10 hari, mulai hari ini kedepan untuk 315 KK yang melaksanakan isolasi mandiri,” katanya.

Menurutnya, kemungkinan kampung yang berdekatan saat diisolasi mandiri akan diberlakukan sama. Hal tersebut dilakukan untuk memotong mata rantai penyebaran COVID-19.

”Kita data dulu berapa kampung dan KK yang akan menyusul untuk isolasi mandiri di Desa Cigedug ini,” tukasnya.

Sementara itu, untuk empat kecamatan ini ditekankan Social Distancing, Physical Distancing dan harus lebih ketat lagi.

“Karena memang ini berdekatan, kemudian di Cigedug juga sudah ada yang reaktif. Sementara untuk daerah Bayongbong dan Cisurupan belum, tapi pasien ini (yang meninggal beberapa hari lalu) pernah dirawat di Puskesmas Cisurupan.

Sementara itu, Camat Cigedug, Mia Herlina mengatakan, bantuan yang diterima untuk jaminan hidup bagi warga masyarakat di wilayahnya tersebut di antaranya diberikan 350 paket sembako.

”Untuk 315 paket, keluarga yang terdampak secara langsung dan sisanya 35 untuk keluarga sekitar yang berdekatan kampung tersebut,” katanya.

Menurutnya, di kampung tersebut sedikitnya ada 120 orang warga yang menjalani rapid test. Dari jumlah itu kemungkinan bertambah sampai 200 orang. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here