Rotasi Mutasi di Dinas LH Diduga Muluskan Proyek Jalan Poros Tengah

garutexpress.id- Kebijakan bupati merotasi dan mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Garut, termasuk di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Garut, diduga hanya untuk memuluskan proyek pembangunan jalan poros tengah yang saat ini tertunda karena diprotes aktivis lingkungan.

“Dinas Lingkungan Hidup sedang dibersihkan oleh bupati dari orang-orang yang menghalangi rencana pembangunan jalan poros tengah,” jelas Usep Ebit Mulyana, Koordinator Konsorsium Penyelamatan Cikuray yang selama ini aktif mengadvokasi penolakan pembangunan jalan tersebut karena menabrak kawasan hutan lindung, Senin (13/04/2020).

Ebit menerangkan, saat ini Pemkab Garut tengah menempuh proses penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan jalan poros tengah Cilawu-Banjarwangi, Amdal tersebut akan disyahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Namun, ada beberapa pejabat di lingkungan DLH yang menolak Amdal tersebut hingga akhirnya di lempar keluar dari DLH.

“Orang-orang DLH, sudah faham betul dimana letak kesalahan pembangunan jalan tersebut, mereka yang faham, lantas disingkirkan, karena dipandang akan mengganjal proses pembuatan Amdal,” katanya.

Selain soal memuluskan Amdal pembangunan jalan poros tengah, rotasi mutasi di DLH juga membuat posisi Penyidik Linkungan Hidup di DLH, menjadi kosong karena penyidik yang ada dipromosikan naik jabatan menjadi kepala bidang. Hal ini, menurut Ebit juga menimbulkan kecurigaan.

Related Post

“Penyidik Lingkungan Hidup PNS di Dinas LH sekarang posisinya kosong, kita curiga ini cara agar semua dugaan pidana lingkungan yang terjadi di jalan poros tengah tidak diproses,” katanya.

Ebit sendiri tidak mempermasalahkan rotasi mutasi tersebut, karena memang sepenuhnya kewenangan dari Bupati Garut. Justru, dirinya melihat saat ini bupati telah menempuh berbagai cara melegalkan pembangunan jalan poros tengah dan menghindari dampak hukumnya.

“Soal rotasi mutasi, itu kewenangan bupati mutlak, silahkan saja, kita tidak protes. Yang pasti, kita akan terus melakukan advokasi menolak pembangunan jalan tersebut selama menabrak kawasan hutan lindung,” tandasnya. (*)

Penulis : FW

Editor    : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.