Pemudik Terus Berdatangan ke Garut, Jumlah Kasus Positif Corona Melonjak

Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman

Garutexpress.id – Kasus positif corona atau Covid-19 di Garut terus melonjak menyusul kedatangan pemudik dari area zona merah. Sampai hari kemarin, ada 2.927 kasus corona di Garut dengan status (OTG, ODP, PDP dan Positif).

Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman mengatakan, kasus Covid-19 di Garut didominasi oleh warga yang baru pulang dari Jabodetabek. Helmi berharap, warga Garut yang berada di perantauan untuk tak pulang dan menaati anjuran pemerintah.

“Kalau bisa jangan pulang dulu sampai pandemi ini mereda. Tolong taati anjuran pemerintah agar tidak mudik,” kata Helmi, Rabu (29/4/2020).

Penerapan aturan social dan physical distancing di Garut saat ini dinilai kurang efektif. Banyak warga yang kurang peduli terhadap anjuran itu.

“Kita evaluasi anjuran social dan physical distancing ternyata kurang efektif. Akan kita usulkan untuk ditingkatkan,” kata dia.

Sudah satu bulan, kata Helmi, Pemkab Garut melakukan social dan physical distancing tapi kasus Covid-19 di Garut masih terus meningkat. Jangan sampai kondisinya makin tak terkendali.

“Kita akan bicarakan dulu dengan Bupati dan Gubernur untuk peningkatan status penanganan Covid-19 di Garut. Dalam waktu dekat akan kita umumkan,” pungkasnya.

Related Post

Data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Garut, Selsa (28/4/2020). Total kasus Covid 19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) sebanyak 2.927 kasus terdiri dari:

OTG : 528 orang, dimana 292 masih dalam tahap observasi dan 236 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

ODP : 2.341 kasus (119 kasus masih pemantauan, 8 dalam perawatan, dan 2.214 selesai pemantauan dimana 11 diantaranya meninggal).

PDP : 48 kasus (5 kasus sedang dalam perawatan dan 43 kasus selesai pengawasan dimana 9 diantaranya meninggal).

Konfirmasi + : 10 kasus terdiri 7 dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 kasus dinyatakan sembuh, dan 1 kasus meninggal. (*)

Penulis: Mahesa Hastama
Editor: Farhan SN


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.