Pemprov Jabar Siapkan Bansos Rp 500.000/KK, Jika Tak Dapat Bisa Lapor Via Aplikasi ‘Pikobar’

garutexpress.id- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengumumkan bahwa warga Jawa Barat bisa melapor melalui aplikasi ‘Pikobar’ apabila tidak mendapat bantuan jaring pengaman sosial baik yang bersumber dari APBN seperti Kartu Sembako, PKH, Kartu Pra Kerja dan lainnya, maupun APBD seperti bantuan Rp 500.000/ Kepala Keluarga (KK).

“Kalau masih ada yang terlewat, nanti akan disiapkan fitur aduan warga yang tak dapat bantuan. Nanti bisa lapor lewat aplikasi ini (Pikobar/red.),” tutur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, beberapa hari yang lalu.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, fitur aduan di Pikobar ini lanjut akan memverifikasi warga yang telah melapor karena terlewat atau tidak mendapat bantuan sosial karena terdampak virus corona (COVID-19). Setelah aduan masuk lewat Pikobar, nanti akan ada tim untuk memverifikasinya yang akhirnya bantuan akan diberikan.

“Warga tak usah bingung karena pemerintah sudah lakukan sensus ekonomi. Dari data-data itulah dasar bantuan akan diberikan. Warga duduk saja, kecuali memang Kartu Prakerja, ini harus mengajukan. Tapi, intinya warga tinggal ngecek saja ke RT dan RW kalau dirinya itu bisa masuk (diberikan) bantuan dari pintu mana (APBN atau APBD),” jelas Kang Emil.

Emil pun meminta pihak RT RW di Jawa Barat terutama untuk 5 wilayah yang akan segera diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bersikap adil dan memastikan bantuan sosial Rp 500.000 yang dari APBD Jawa Barat dan bantuan yang bersumber dari APBN tepat sasaran.

“Jangan ada warga Jawa Barat yang kelaparan. Saya imbau, RT RW untuk survei ulang, kaji ulang kalau ada warga yang berhak mendapatkan bantuan ternyata terlewat,” katanya.

Menurutnya, warga Jawa Barat yang terdampak COVID-19 dan layak mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial dibagi dalam 2 golongan. Pertama, golongan yang terdata oleh pemerintah atau diberikan kode DT KS. Kelompok pertama inilah yang sudah disurvei yang diprioritaskan akan dibantu dari pemerintah pusat melalui kementerian yang ada dan bersumber dari APBN.

Kedua, warga yang tak masuk DT KS yaitu, warga rawan miskin baru yang sebelumnya tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah terutama yang bersumber dari APBN. Kelompok kedua ini pun terbagi lagi menjadi 2 yaitu, pertama yang ber-KTP wilayah dan perantauan.

“Untuk warga yang tak masuk DT KS ini baik yang ber-KTP wilayah Jabar ataupun ber-KTP non Jabar atau perantauan tetap akan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan akan disamakan haknya selama perantau yang merantau di Jabar tersebut betul-betul merantau (berhak mendapat bantuan). Terutama untuk 5 wilayah yang segera akan diberlakukan PSBB,“ beber Kang Emil.

Artinya, bantuan sosial untuk warga Jawa Barat yang terdampak Covid-19 terutama yang wilayahnya segera diberlakukan PSBB akan diprioritaskan terlebih dahulu. Ia pun mengingatkan kembali kepada RT RW Jangan sampai yang perantau yang bekerja di daerah Jawa Barat tidak dibantu. RT RW harus memastikan tidak ada warga satupun yang terlewat.

Kang Emil menambahkan, bantuan sosial untuk warga Jawa Barat yang terdampak Covid-19 akan diberikan secara berkala atau waktunya bervariasi.

Misalkan, bantuan sosial yang Rp 500.000 datangnya hari Rabu dan Kamis terutama untuk 5 wilayah yang segera memberlakukan PSBB. Besoknya, bantuan dari pemerintah pusat didistribusikan.

Tapi ia memastikan bantuan sosial untuk warga di 5 wilayah yang akan diberlakukan PSBB semua sudah siap, mulai dari sembako dan uang tunai, tinggal didistribusikan.

“Dan kalaupun nanti dari bantuan tersebut (yang bersumber dari APBN atau APBD) masih kurang. Akan ada dana bansos dari kabupaten dan kota di wilayahnya,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Jawa Barat pun akan menghadirkan Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu apabila dua bantuan tersebut dirasa belum mencukupi warga Jawa Barat. Gerakan Nasi Bungkus ini berupa dapur umum yang ada di kelurahan-kelurahan terutama untuk 5 wilayah yang segera menerapkan PSBB.

“Gerakan nasi bungkus ini nanti akan membagikan nasi bungkus kepada warga setempat. Diharapkan, yang mampu bisa membantu di Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu ini. Insyaallah tak ada yang kesusahan atau kelaparan, nanti akan digerakkan membagikan nasi bungkus hingga ke jalan-jalan,” tandasnya. (*)

Penulis : Tim GE


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here