Pemkab Garut Batalkan Bantuan Pembayaran Hutang ke Bank Emok, Ini Penggantinya

Ilustrasi kegiatan perbankan. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Garutexpress.id – Rencana program bantuan Pemkab Garut untuk warga yang mempunyai hutang ke bank emok tak jadi dilakukan. Pemkab Garut memilih mengalihkan bantuan berupa dana usaha kepada warga.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, setelah dilakukan pendataan, program bantuan 1 juta tidak cocok, karena data warga yang memiliki hutang ke bank emok banyak yang melebihi Rp 1 juta.

“Ternyata yang (pinjam/red) ke bank emok itu sampai Rp 2 juta, Rp 4 juta. Melihat seperti itu, program ini tak cocok dengan kebijakan Rp 1 juta ke bawah,” ucap Rudy di Pendopo Garut, Jumat (17/4/2020).

Namun Rudy mengatakan kebijakan bantuan itu akan tetap dilakukan dengan tidak menyangkut untuk membayar hutang ke bank emok.

“Tetap bantuan ke mereka (warga) untuk usaha mikro. Hanya Rp 1 juta bantuan usahanya maksimal. Kalau mau dibayarkan ke bank emok silakan. Tapi yang jelas untuk usaha mikro,” katanya.

Nantinya dana bantuan sebesar Rp. 10 miliar itu bisa dibagikan ke 20 ribu warga Garut, dengan besaran hanya Rp. 500 ribu.

“Lihat dulu kalau Rp 500 ribu, ya ada untuk Rp 20 ribu orang. Kalau Rp 1 juta untuk 10 ribu,” ujarnya.

Rudy menyebut, hasil kajian dari kejaksaan dan pengadilan, bank emok tak boleh memiliki akses ke Pemda. Persoalan bank emok lebih baik diproses secara hukum.

“Anggarannya tetap diadakan, tapi tak ke bank emok. Korban bank emok silakan, kita kasih modal. Nanti syarat bantuannya harus punya usaha. Seperti pedagang yang biasa ke sekolah-sekolah atau emperan,” ucapnya.

Penulis : TIM GE
Editor : Sidqi ALG


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here