Pelajar Tak Miliki HP Android, Guru di Garut Selatan Rela Berkeliling Mengajar Muridnya

garutexpress.id- Mewabahnya virus corona (COVID-19) ‘memaksa’ pemerintah untuk memberlakukan proses program Belajar Mengajar (KBM) secara mandiri atau belajar di rumah.

Kegiatan KBM tersebut diharuskan tetap berlangsung meski tidak secara formal dilakukan di sekolah. Mengakses aplikasi Ruang Guru secara online adalah salah satu cara belajar yang dianjurkan pemerintah.

Proses KBM secara online ini tentunya mengharuskan setiap pelajar memiliki fasilitas, salah satunya dengan menggunakan smartphone atau HP android.

Memiki HP android di zaman kiwari bagi kebanyakan masyarakat adalah sebuah kebutuhan. Namun, oleh pemerintah mungkin tak terpikirkan. Ternyata saat ini masih ada sebagian masyarakat nun jauh di pinggiran kota sana yang masih belum memiliki HP pintar ini.

Dengan tidak dimilikinya HP android, ini tentunya menjadi kendala berat bagi pelajar di tengah pandemi corona yang entah kapan berakhir.

Kisah pilu peserta didik yang terkendala gegara tak miliki HP android ini benar-benar terjai di Garut selatan, tepatnya di kawasan Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

Menurut Ujang Setiawan F, S.Pd.,  salah seorang guru di SDN Purbayani 1, mayoritas siswa atau orang tua siswa di kawasan tersebut belum memiliki fasilitas HP android.

Related Post

“Selama sekolah diliburkan gara-gara virus corona,  saya harus mendatangi rumah-rumah siswa untuk mengajar secara manual. Mereka harus tetap belajar seperti siswa lainnya yang memiliki fasilitas HP android. Kasihan, mereka juga siswa yang berhak untuk mendapatkan pelajaran,” tutur Ujang, kepada garutexpress.id., saat ditemui usai mengajar di rumah salah seorang muridnya, Rabu (5/04/2020).

Ujang mengungkapkan, sejak diberlakukannya ‘libur corona’ atau belajar mandiri, dirinya setiap hari harus berkeliling ke rumah rumah anak didiknya untuk mengajar secara manual langsung.

“Saya lakukan ini (mengajar) keliling agar proses KBM tak terhenti begitu saja. Sejak libur tahap 1 dan sekarang tahap 2. Sebanyak 45 siswa kelas 5 di 6 kampung setiap hari saya datangi rumah siswa secara bergilir untuk belajar di rumahnya. Kasihan mereka, karena memang jika belajar online tidak memungkinkan. Bagaimana mau belajar online, HP androidnya juga tak ada. Jadi ya saya harus memberikan materi pelajaran secara manual di rumahnya masing-masing,” tuturnya, lirih.

Sementari Itu Sindi Aldia, salah seorang siswi Kelas 5 di SDN Purbayani 1 mengungkakan, meski tak memiliki fasilitas HP android ia mengaku sangat bersyukur masih bisa belajar dan diajari langsung oleh gurunya.

“Alhamdulillah, meski tak memiliki android, saya sangat berterima kasih kepada pak guru yang masih bisa membimbing belajar langsung saya di rumah. Pak guru baik sekali, saya bingung bagaimana mengucapkan terima kasih. Semoga pak guru sehat selalu, dan virus corona ini segera pergi agar saya dan teman-teman bisa kembali belajar di sekolah,” tutur Sini, seraya menitikan air matanya. (*)

Reporter : Deni Permana

Editor     : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.