Pasien Positif Covid-19 di Garut Tidak Jujur, Riwayat Medisnya Terungkap Karena Keceplosan

Garutexpress.id – Pasien positif Covid-19 atau Virus Corona dari Kecamatan Wanaraja sempat menutupi riwayat medisnya. Namun, kebohongan pasien dan keluarganya menutupi riwayat medisnya terungkap saat istri pasien keceplosan mengaku pernah berobat di Jakarta.

Sebelum ditangani tim Covid-19 Garut, pasien yang dinamai KC-1 ini sempat dirawat di Klinik Zihan Medical Center.

“Saat datang berobat ke sini saya menyayangkan pasien dan keluarganya tidak jujur terkait riwayat medisnya. Seharusnya jujur menceritakan kejadian yang sebenarnya agar bisa dilakukan tindakan medis yang benar,” kata pemilik klinik Zihan Medical Center (ZMC), Agus Achmad.

Agus menceritakan, pasien tidak mengaku pernah tinggal di zona merah covid-19. Bahkan pasien dan keluarga menutupi tempat ia berobat sebelumnya.

“Kenapa kita berani melakukan perawatan di sini. Karena pasien dan keluarga tidak jujur sebelumnya,” ungkap Agus.

Asep mengungkapkan, kebohongan pasien dan keluarga terungkap setelah istri pasien keceplosan bicara. Setelah satu hari dirawat, istri pasien keceplosan pernah berobat di Jakarta.

“Awal ketahuan karena istri pasien keceplosan bicara pernah berobat di Jakarta. Tim penanganan Covid-19 di klinik kita langsung menghubungi RSU dr Slamet. Kemudian pasien dipindahkan,” akunya.

Related Post

Asep mengaku, selama perawatan pasien yang sekarang ditetapkan positif Covid-19 telah melakukan prosedur yang baik. Bahkan tenaga medis yang menangani pasien tersebut menggunakan alat pelindung diri sesuai standar.

“Alhamdulilah semua tim medis di klinik ini negatif. Kita selalu terapkan standar tindakan medis yang benar,” akunya.

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan sudah melakukan rapid test terhadap orang yang pernah kontak atau bersentuhan dengan pasien positif Covid-19. Menurutnya, ada 38 orang yang pernah kontak fisik dengan pasien.

Pasien juga pernah ke Pasar Wanaraja. Jadi semuanya akan dibersihkan.

“Kita lakukan dulu pembersihan di Pasar Wanaraja. Semua orang yang bersentuhan dengan pasien pun dilakukan rapid test. Alhamdulilah hasilnya negatif,” kata Bupati Garut, Rabu (1/4/2020) di Pendopo Garut. (*)

Penulis: Mahesa Hastama
Editor: Farhan SN


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.