Minim Fasilitas, Guru Honorer di Garut Mengajar Siswanya dari Pintu ke Pintu

Kegiatan belajar mengajar guru honorer di Garut Jawa Barat di tengah mewabahnya Covid- 19, Jumat (17/4/2020).

Garutexpress.id – Perjuangan guru honorer di Kabupaten Garut patut diacungi jempol. Saat pemerintah menerapkan sistem belajar di rumah, guru honorer di SDN 3 Nyalindung, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat tiap hari harus mendatangi siswanya untuk memberikan materi pelajaran.

“Saya tiap hari harus bergerak menemui para siswa untuk memberikan pembelajaran. Kita di sini tak ada fasilitas untuk belajar secara Daring,” kata guru honorer SDN 3 Nyalindung, Rosita Amelia, kepada “GE”, Jumat (17/4/2020).

Rosita Amelia salah seorang guru honorer yang harus menemui para siswa di rumahnya untuk memberikan materi pelajaran.

Amelia mengatakan, jangankan untuk belajar secara online siaran televisi saja sulit di jangkau di daerahnya. Jadi langkah memberikan pelajaran secara manual mendatangi siswa dari pintu ke pintu ia lakukan agar siswa tetap bisa belajar.

“Kemarin pemerintah menganjurkan siswa belajar di televisi melalui saluran TVRI. Tapi bagaimana bisa menonton jaringannya tak ada di desa kami,” akunya.

Tiap harinya, Amelia harus rela berjalan kaki sekira 5 KM agar semua siswanya bisa mendapat pelajaran yang sama. Padahal rumah siswa satu dengan yang lainnya berjauhan.

“Lumayan juga jaraknya cukup jauh. Soalnya ada beberapa siswa yang lokasi rumahnya berjauhan,” kata dia.

Amelia mengaku dirinya merupakan guru kelas 2 di SDN 3 Nyalindung. Jumlah siswanya hanya 12 orang. Sementara lokasi sekolahnya berjarak puluhan kilo meter dari ibu kota Kecamatan Cisewu.

“Memang harus berjuang untuk bisa mengajar di SDN 3 Nyalindung. Karena lokasi cukup jauh,” aku Amelia.

Pengabdian Amelia tanpa pamrih itu dibenarkan oleh Koordinator Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, M. MPd. Menurutnya, Amelia merupakan guru honorer teladan yang rela terus mengajar di tengah wabah Covid- 19.

“Ia salah satu guru terbaik kita. Meski di sekolah libur. Tapi ia tetap mengajar dari pintu ke pintu,” kata dia.

Salah seorang siswa saat mengerjakan tugas pelajaran.

Agus menuturkan, keberadaan guru honorer di Kecamatan Cisewu tentunya sangat membantu. Meski di sisi lain upah yang diberikan tak sesuai dengan pengorbanan mereka mengajar.

“Saya apresiasi kepada para guru honorer ini. Meski digaji tak seberapa namun kerja mereka totalitas,” ungkapnya.

Jika tidak ada guru honorer, kata Agus, kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Cisewu akan sulit terwujud. Pasalnya, guru berstatus PNS masih jarang. (*)

Penulis: Citra Kharisma Azzahra
Editor: Encep


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here