Kasus Positif COVID-19 di Garut Bertambah, Berikut Rinciannya

garutexpress.id – Perkembangan terakhir wabah virus corona  (COVID-19) di Kabupaten Garut dilaporkan meningkat. Tercatat kasus positif COVID-19 di  bertambah dua orang. Total sudah ada enam orang yang positif dan satu di antaranya meninggal dunia.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, dua orang yang positif tersebut berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler dan Cikajang. Keduanya juga sempat menjalani rapid test dan hasilnya reaktif atau positif corona.

“Setelah rapid test dan hasilnya reaktif, kami lalu melakukan uji swab. Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan positif,” ujar Helmi, Kamis (23/4/2020).

Helmi menambahkan, satu orang yang positif memiliki riwayat perjalanan dari Nepal. Sedangkan satu lagi, tertular setelah berpergian ke zona merah di wilayah Garut.

“Riwayat perjalanan dari Nepal, satu lagi lokal. Kepada masyarakat, sekarang sudah ada zona merah. Karena ada satu yang meninggal dan positif. Walau hanya di satu desa dan kecamatan,” katanya.

Helmi meminta tolong kepada warga untuk tetap berada di rumah. Anjuran dari pemerintah pusat dan daerah harap diperhatikan. Apalagi kasus corona di Garut terus bertambah.

“Tolong diperhatikan, walau ada anjuran dari presiden dan bupati agar tak mudik, ternyata sudah banyak. Jika pulang, saya minta tolong untuk diam di rumah, laksanakan isolasi,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, terdapat 10 kasus baru pasien dalam pengawasan (PDP) pada Rabu (22/4/2020). Alhasil, total PDP di Garut hingga Rabu malam tercatat 45 kasus.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat mengatakan, ditemukannya 10 PDP dalam satu hari itu merupakan capaian tertinggi selama pandemi Covid-19 di wilayah tersebut. Menurut dia, penigkatan jumlah PDP sudah diperkirakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut.

Related Post

“Sesuai prediksi, akan terjadi peningkatan kasus PDP di minggu ke-3 April 2020. Tentunya temuan ini merupakan angka tertinggi sejak ditemukan kasus PDP di Kabupaten Garut,” kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Ricky menyebutkan, 10 PDP itu ditemukan di tujuh kecamatan Kabupaten Garut, yaitu Banyuresmi, Karangpawitan, Leles, Garut Kota, Pamulihan, Kersamenah, dan Tarogong Kidul. Sementara satu orang berasal dari Surabaya.

Ia menambahkan, seorang PDP juga dilaporkan meninggal dunia pada Rabu sore. Namun, setelah dilakukan penelusuran tim surveilans, PDP tersebut meninggal akibat penyakit penyerta lainnya berupa dugaan gangguan ginjal, diabetes mellitus, gangguan persarafan, dan peradangan otak.

“Jenazah PDP tersebut telah dilakukan tatalaksana sesuai protokol kesehatan dan dimakamkan di kampung halamnnya,” katanyaa.

Dengan kejadian itu, total PDP yang meninggal tercatat sebanyak tujuh orang dari total 45 kasus. Sementara itu, 11 PDP masih menjalani perawatan.

Ihwal pasien positif Covid-19, Ricky mengatakan, jumlah kasus yang terkonfirmasi melalui tes swab berjumlah empat orang. Dua pasien masih dalam perawatan di RSUD dr Slamet, satu orang melakukan isolasi mandiri di rumah, dan satu orang meninggal dunia. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.