Kasus COVID-19 di Garut Capai 1590 Kasus, 1423 Berstatus ODP

RUSUNAWA di Kabupaten Garut disiapkan untuk tempat isolasi pasien COVID-19.***

garutexpress.id- Seorang perempuan berusia 35 tahun warga Garut kota dinyatakan postif COVID-19. Ia merupakan positif COVID-19 kedua atau KC-2 di Kabupaten Garut. KC-2 melakukan pemeriksaan spesimen secara mandiri setelah merasakan gejala COVID-19.

Menurut Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Garut, Ricky Rizki Darajat, KC-2 memiliki riwayat perjalanan dari zona merah yakni Jakarta.

Terkait kasus positif COVID-19, Ricky menyesalkan banyaknya informasi identitas pasien positif yang beredar di masyarakat.

“Identitas, profesi tak boleh disampaikan. Kami sangat prihatin dengan tersebarnya identitas itu,” ucap Ricky, Sabtu (4/4/2020).

Ricky menyebut, KC-2 mulai merasakan gejala COVID-19 pada 18 Maret. Sejak saat itu, ia memilih melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Pada 26 Maret, secara mandiri spesimen KC-2 telah diperiksa.

“Hasilnya baru diketahui pada 3 April dengan status positif. Selama hasil belum keluar, KC-2 terus melakukan isolasi. Sekarang juga sudah 17 hari sejak isolasi, sudah kembali diambil sampelnya,” katanya.

Dari hasil penelusuran, pihaknya menemukan 110 orang di lima lokasi yang pernah kontak langsung dengan KC-2. Dari hasil rapid test, semuanya dinyatakan negatif.

“Ada empat fasilitas kesehatan dan satu perkantoran. Yang telah diperiksa yakni keluarga, tenaga medis, dan warga lain. Tadi juga sudah kami lakukan penyemprotan di wilayah Garut Kota,” tandasnya.

Terkait menyebarnya informasi di media sosial, Ricky meminta warga tak kembali menyebarkan. Pihaknya tak mempunyai kewenangan untuk membatasi media sosial karena berada di ranah pemerintah pusat.

Dengan bertambahnya kasus positif COVID-19, Ricky menyebut kemungkinan bisa terjadi kasus baru. Apalagi tren kasus tersebut terus mengalami peningkatan.

Hingga Sabtu malam, total ada 1590 kasus. Terdiri dari 1423 orang dalam pemantauan (ODP). Dengan rincian 1.117 masih dalam pemantauan, 18 orang dirawat di RSUD dr Slamet Garut. Serta 288 orang sudah selesai masa pemantauannya.

“Untuk PDP total ada 21 kasus. Enam masih dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet, sisanya sudah pulang dan dinyatakan negatif,” tukasnya.

Ricky menambahkan, saat ini ada status baru yang ditetapkan. Yakni orang tanpa gejala (OTG). Penetapan OTG dilakukan kepada orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif. Jumlah OTG di Garut mencapai 144 kasus.

Kasubag Humas Polres Garut, IPDA Muslih, meminta masyarakat tak menyebarkan identitas pasien COVID-19 di media sosial. Masyarakat bisa terkena sanksi pidana karena telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

“Bisa kena UU ITE karena menyebarkan informasi tersebut. Juga bisa kena UU rumah sakit karena menyebarkan identitas pribadi nama pasien,” katanya. (*)

Penulis : FW

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here