Jelang Buka Puasa, Jalan Ahmadyani Garut Kembali Dipenuhi Warga

Kondisi pusat perbelanjaan Kota Garut (Pengkolan) jelang buka puasa, Minggu (26/4/2020).*

Garutexpress.id – Meski telah dilakukan penutupan sejak pukul 14.00 WIB, warga Garut kembali memadati Jalan Ahmadyani. Mereka bersliweran hanya sekadar mencari untuk makanan pembuka puasa.

“Lagi nyari buat buka puasa. Terpaksa harus ke luar rumah dulu,” kata salah seorang warga, Dewi (23, yang mengaku tinggal di kosan di Sumbersari, Kecamatan Garut Kota, Minggu (26/4/2020).

Ia mengaku tidak bisa diam terus di rumah karena harus mencari makan untuk buka puasa. Pasalnya ia tinggal sendiri di kosan.

“Tiap hari saya harus ke luar buat cari makan. Saya kan tinggal sendiri jadi tidak ada yang masak,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan garutexpress.id, penjagaan di sekitar Jalan Ahmadyani mulai longgar menjelang buka puasa. Banyak warga yang menerobos jalur meski telah dilakukan penutupan.

Diberitakan sebelumnya, langkah masif dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut dengan menutup sejumlah jalan protokol di pusat perbelanjaan. Penutupan jalan protokol dilakukan di tujuh titik di pusat Kota Garut.

“Hasil rapat, kita lock down dulu tujuh titik ruas jalan di pusat Kota Garut. Penutupan ini dilakukan selama empat belas hari ke depan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman, saat ditemui di Jalan Ahmadyani, Minggu (26/4/2020).

Suherman menjelaskan, langkah ini dilakukan Pemkab Garut setelah satu orang lagi di Kecamatan Garut Kota dinyatakan positif Covid-19.

“Kemarin kan yang positif bertambah lagi satu orang warga Kecamatan Garut Kota. Langkah antisipasinya kita tutup sementara tujuh titik Jalan Protokol, ” kata Suherman.

Tujuh jalan yang ditutup yaitu, Jalan Ahmadyani dari perempatan Asia sampai Apoteksari. Kemudian Jalan Veteran, Jalan Siliwangi, Jalan Ranggalawe, Jalan Cikuray, Jalan Merdeka dan Jalan Bank.

Penutupan, kata Suherman dilakukan tiap pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB. Pasalnya pada waktu tersebut banyak warga dari luar kota datang ke Garut. (*)

Penulis: Mahesa Hastama Ibrahim
Editor: Farhan SN


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here