Jaka “Tunggara” Tergolek Lemas di Balik Reruntuhan Rumah

Jaka tergolek lemas tak sadarkan diri usai tertimpa reruntuhan material rumahnya yang ambruk, Jumat (3/4/2020).*

Garutexpress.id – Jaka “Tunggara” atau susah dalam bahasa Indonesia, mungkin istilah itu cocok di sematkan pada pria paruh baya yang hidup sebatang kara. Jaka (50) ia harus berjuang keras menyambung hidup tinggal di gubuk reyot seorang diri.

Inilah salah satu potret kemiskinan di Kabupaten Garut. Jaka tinggal di Kampung Bangbayang Rt/Rw 01/04 Desa Mekarasih Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Nasib nahas yang dialami Jaka mungkin dialami juga oleh warga lainnya. Nasib Jaka mulai tak menentu setelah istrinya meninggal dunia.

Anak-anak “Mang Jaka” pun tidak tinggal bersamanya. Anak mang Jaka harus pergi dari kampung halaman merantau ke kota dengan maksud membangkitkan ekonomi keluarga.

Mang Jaka yang sudah sakit-sakitan pun kini tinggal di gubuk reyot yang sudah lapuk dimakan usia. Jika hujan deras, Mang Jaka kerap ke luar rumah dan menginap di rumah tetangga.

Mang Jaka takut, jika hujan deras tiba, rumahnya akan ambruk. Bahkan warga setempat pun sudah memperingatkan Jaka agar tak menempati rumah itu lagi.

Nasib nahas Jaka belum berlalu, Kamis (2/4/2020), hujan datang begitu deras. Namun saat itu, Jaka urung beranjak dari rumahnya.

Saat ia sedang terlelap tidur, tiba-tiba saja suara reruntuhan kayu dan material bangunan terdengar keras. “Bruk-bruk abi mah langsung teu emut nanaon,” kata Jaka menirukan suara reruntuhan rumahnya.

Rumah milik Jaka ambruk menimpa dirinya yang sedang istirahat dan berteduh dari kucuran hujan. Jaka yang tertimpa bangunan ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi pingsan.

Sejumlah warga saat membersihkan puing bangunan rumah milik Jaka, Jumat (3/4/2020).*

“Kemarin Mang Jaka ditemukan sudah pingsan tertimpa reruntuhan bangunan. Kita tolong segera, Jaka tak sadarkan diri,” kata Kades Mekarasih, Dadan Wildan, kepada “GE”, Jumat (3/2/2020).

Dadan menyebutkan, kondisi Jaka hanya mengalami luka ringan. Ia pingsan karena kaget. Selain itu, ia pun memiliki riwayat medis sesak nafas.

Jaka, kata Dadan, memang sering sakit-sakitan sejak istrinya meninggal dunia tertabrak motor. Dadan berjanji akan membangun kembali rumah Jaka dengan cara swadaya.

“Insya Allah akan kita bangun lagi rumahnya. Kita akan swadaya. Jika ada dermawan yang ingin membantu kita sangat terbuka,” aku Dadan. (*)

Penulis: Totoh Abdul Fatah
Editor: Farhan SN


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here