Hindari Keramaian, Hari Ini Jalan Ahmad Yani Garut Akan Ditutup

SUASANA Jalan A Yani,-Ciledug kawasan Gariut kota tampak lengang usai penertiban PKL,, Rabu (10/7/2019)***

Garutexpress.id – Meski pemerintah telah mengeluarkan aturan “social distancing” namun tampaknya banyak warga Garut yang belum menghiraukannya. Kali ini pemerintah lebih memilih cara tegas dengan melakukan penutupan jalan di pusat perbelanjaan Kota Garut.

Satuan Lalulintas Polres Garut, hari ini Minggu (26/4/2020), mengumumkan melakukan penutupan di Jalan Ahmadyani, Kecamatan Garut Kota. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kerumunan warga.

“Ia kita akan tutup mulai pukul 14.00 WIB. Tujuannya untuk menghindari kerumunan warga,” kata Kasatlantas Polres Garut, AKP Asep Nugraha kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Diberitakan sebelumnya, Tiap hari kasus Covid- 19 di Kabupaten Garut terus bertambah. Namun, ada sebagian warga yang kurang peduli terkait anjuran pemerintah.

Salah satunya, anjuran agar tidak Mudik atau pulang kampung dan agar tetap diam di rumah. Namun, sampai saat ini masih banyak warga yang tak menghiraukan anjuran itu.

Berdasarkan pantauan garutexpress.id, sejumlah pusat perbelanjaan dipadati pengunjung. Selain itu, di pasar Ciawitali pun masih hiruk pikuk oleh pedagang dan pembeli.

Salah seorang warga di Pasar Ciawitali, Rina (28), mengaku masih berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia mengaku, lebih memilih berbelanja ke pasar ketimbang di warung terdekat.

“Di sini lebih murah. Selain itu, lebih komplit,” akunya, Sabtu (25/4/2020).

Sementara di tempat terpisah, tepatnya di salah satu super market di Garut masih dipadati pembeli hingga malam hari.

Salah seorang warga, Tantri (23), mengaku berbelanja ke swalayan untuk penuhi kebutuhan di bulan ramadan. Ia mengaku lebih memilih berbelanja di super market karena barangnya lebih bersih.

“Ini belanja untuk kebutuhan puasa. Saya belanja di sini karena bersih,” akunya.

Tantri mengaku, khawatir dengan meningkatnya kasus Covid- 19 di Garut. Namun ia tak memiliki pilihan lain selain ke luar rumah dan berbelanja di super market.

“Abis di rumah sudah pada kosong jadi terpaksa saya ke luar. Walau sebenarnya saya takut juga,” aku dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mengakatan saat ini Kabupaten Garut sudah menjadi zona merah penyebaran Covid- 19. Pasalnya, satu orang pasien positif meninggal dunia. Sementara jumlah warga positif tiap harinya cenderung bertambah.

“Hari ini sudah tujuh orang yang positif dan satu orang ODP meninggal dunia. Jadi angkanya cukup tinggi,” kata Helmi, Sabtu (25/4/2020).

Oleh sebab itu, Helmi memohon kepada warganya agar tetap ada di rumah. Selain itu, patuhi anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran covid- 19.

“Saya minta tolong, agar semuanya patuhi anjuran pemerintah. Sebelum semuanya terlambat,” katanya.

Helmi pun menyayangkan meski Presiden telah melarang untuk Mudik namun kenyataannya masih aja ada yang nekad pulang. Oleh sebab itu, Helmi, menyarankan agar segera cek kesehatan dan lakukan isolasi mandiri. (*)

Penulis: Mahesa Hastama Ibrahim
Editor: Farhan SN


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here