Heboh Bupati akan Lunasi Utang Warga ke Rentenir, Warga Menilai Bupati Salah Kaprah

garutexpress.id- Dalam beberapa hari terakhir, warga Garut dohebohkan dengan kabar dari Pemkab Garut terkait ‘bank emok’ atau rentenir. Belakangan kebijakan Bupati Garut, Rudy Gunawan untuk melunasi utang warga ke rentenir alias ‘bank emok’ dinilai salah kaprah.

Padahal dana bantuan sebesar Rp 10 miliar itu bisa dipakai kepada warga yang lebih membutuhkan. Salah satunya untuk ribuan karyawan di tempat wisata yang dirumahkan.

“Sama saja seperti melegalkan ‘bank emok.’ Kami yang jelas-jelas usahanya legal dan berbadan hukum tidak diperhatikan. Padahal sangat jelas, dunia wisata Garut sedang sangat kesulitan,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Garut, Rahmat Hadi, Jumat (10/4/2020).

Niat pemerintah memang bagus untuk membantu masyarakat. Namun praktiknya juga harus jelas. Apalagi bank emok tak memiliki badan hukum. Pemerintah jadi terkesan mendukung keberadaan bank emok dengan pemberian bantuan tersebut.

“Bisa saja ada yang pura-pura jadi bank emok. Biar bisa dapat Rp 1 juta. Legalitas bank emoknya kan tidak jelas. Jadi celah penyelewengannya sangat besar,” katanya.

Pemerintah sudah seharusnya bisa memerhatikan para pelaku wisata di tengah pandemi corona. Dana bantuan itu bisa dialihkan untuk memberi insentid bagi para pekerja pariwisata.

“Kontribusi mereka sudah jelas ke PAD (pendapatan asli daerah). Pelaku wisata sekarang sudah menangis darah dengan kondisi sekarang. Tapi tidak dapat perhatian dari pemerintahnya,” ucapnya.

Rahmat berharap, bupati bisa kembali memikirkan kebijakan tersebut. Masih banyak pihak yang lebih membutuhkan saat situasi sulit ini.

“Setelah corona juga harus duduk bersama antara pelaku wisata dan pemerintah. Perbaikan untuk dunia wisata seperti apa. Terutama terkait harga dan diskon. Kalau bisa ada Perbup yang mengaturnya,” tukasnya. (*)

Penulis : FW

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here