Hasil Penelusuran Polisi, 30 Paket BPNT di Banyuresmi Dalam Kondisi Busuk

Garutexpress.id – Heboh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, busuk dan tidak layak konsumsi membuat Polisi bergerak. Kali ini, jajaran Polsek Banyuresmi langsung terjun ke lokasi dan mengecek pendistribusian BPNT.

Hasilnya, 30 paket BPNT dalam kondisi busuk dan tak layak konsumsi. Polisi melakukan penelusuran di RW 10 Desa Sukasenang.

“Ini jelas ada keteledoran dari pihak distributor BPNT. Barang tidak diperiksa dulu sebelum dibagikan, ” kata Kapolsek Banyuresmi, Kompol Krisna, kepada wartawan, Sabtu (18/4/2020).

Krisna mengaku telah melakukan pendalaman informasi dan terjun ke lapangan. Ia melakukan uji sampel bantuan di RW 10. Ternyata memang benar barang BPNT banyak yang busuk dan tidak layak konsumsi.

“Memang ini harus ada pengawasan. Jelas ini ada keteledoran, ” ungkapnya.

Kapolsek mengaku, saat ini sembako yang busuk telah diganti pihak penyalur. Namun tentunya kejadian ini harus menjadi catatan penting terkait pemberian bantuan sembako harus yang layak konsumsi dan kualitasnya baik.

Krisna mengaku, pengecekan Sembako BPNT baru dilakukan di RW 10 Desa Sukasenang. Ia akan terus melakukan pemantauan di tempat lainnya.

Berdasarkan pantauan garutexpress.id di lapangan, ternyata Sembako busuk BPNT tidak hanya terjadi di RW 10. Ketua RW 05 Desa Sukasenang melaporkan kejadian serupa.

Ketua RW 05, Nurodin mengaku warganya juga menerima Sembako dan sayuran yang kondisinya sudah busuk juga. Ia menyebutkan, barang yang busuk diantaranya tempe, wortel dan salak.

“Banyak yang sudah busuk barangnya. Jadi warga lebih memilih untuk membuangnya, ” pungkas Nurodin. (*)

Penulis: Farhan SN
Editor: Awis


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here