FK3I Jabar Minta DPRD Garut Alihkan Anggaran PUPR untuk Penanganan COVID-19

garutexpress.id– Di tengah merebaknya wabah corona virus (COVID-19), Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat (Jabar) meminta kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut agar anggaran PUPR yang digunakan untuk pembangunan Jalan Poros tengah Cilawu-Banjarwangi dialihkan untuk penaganan wabah COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Dedi Kurniawan Ketua BP FK3I Jabar/Anggota Konsorsium Penyelamat Cikuray, melalui pernyataan pers nya yang disampaikan kepada redaksi garutexpress.id, Ahad (05/04/2020)

Beikut pernyataan lengkap FK3I :

Seperti Yang kita Ketahui Pembangunan Jalan Poros Tengah sudah Menimbulkan Kegiatan Perusakan Kawasan Hutan Kelola ADM Tasik Dan Garut Karena Belum Memgantongi Ijin IPPKH Dari Menteri KLHK,Proses Hukum Pun Saat ini masih Berproses setelah Perhutani Melaporkan Hal tersebut Ke Polres Garut.Disamping Itu Konsorsium Penyelamat Cikuray juga telah Mengadukan Hal yang sama Ke Polda Jabar.

Sayangnya Saat ini Bupati Garut terus Bersikeras Melanjutkan Pembangunan Jalan tersebut di tengah situasi Bencana Nasional Wabah Virus Covid 19,Bahkan Bupati mengeluarkan Statement akan segera mempercepat Proses Pengeluaran Anggaran Untuk Dinas PUPR ( agar Proses Pembangunan Jalan Poros Tengah Terus Berjalan ).Hal ini berbanding terbalik dimana situasi saat ini Bukannya Mengalihkan Anggaran Untuk Penanganan Kesehatan dan Penanganan Sosial Akibat Dampak Wabah Covid 19 yang diutamakan namun lebih mementingkan kepentingan Pembangunan Jalan Poros Tengah.ini yakin ada indikasi dibalik pembangunan jalan tersebut yang perlu diperiksa lebih dalam.

Data FK3I Jabar yang didapat dari Konsorsium Penyelamat Cikuray memperjelas Fakta dimana Pembangunan Jalan Tersebut Telah dan Akan berdampak Pada Kondisi Bencana Banjir Bandang di garut.Kondisi Cuaca Yang Terus Diguyur Hujan membuktikan bahwa Jalan tersebut bukan hanya melanggar Regulasi namun telah menimbulkan beberapa wilayah terjadi bencana diantaranya Banjir Bandang di Desa Mekarjaya Cikajang akibat Meluapnya Sungai Cikangeang dengan Membawa material Tanah Yang Mana sungai tersebut merupakan Sungai yang bersebelahan dengan Pembangunan Jalan Poros Tengah,Lalu Banjir Bandang juga terjadi di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug dimana Kecamatan Cigedug tepat dibawah Kecamatan Cilawu-Banjarwangi tempat Pembangunan Jalan Dilakukan.

Sangat Jelas Banjir Bandang tersebut akibat Tegakan Pohon berkurang yang beralih Fungsi akibat adanya penebangan untuk kepentingan pembangunan Jalan sehingga mengakibatkan Banjir Bandang disertai Lumpur dan akan terus menimbulkan sedimentasi di DAS Ciwulan sungai Cikaengan

Berkaitan Dengan Hal tersebut Maka FK3I JABAR Menuntut :

  1. DPRD Garut Membatalkan Pengesahan Anggaran Pembangunan Jalan Poros tengah Dan Mengalihkan Anggaran tersebut Untuk Kepentingan Penanganan Wabah Virus Covid 19 di Kabupaten Garut
  2. Menteri Dalam Negeri segera Memeriksa dan Meminta Bupati Garut Yang Berkeinginan Keras terus melanjutkan Pembangunan Jalan Poros Tengah tersebut Agar Pekerjaan dihentikan dalam situasi seperti ini Demi Keselamatan Warga garut dan Lingkungan khususnya Kawasan Hutan Dan Ekosistem di dalamnya
  3. Menteri KLHK segera Melakukan Tindakan TEGAS terhadap Perusakan Hutan yang telah dilakukan Oleh Bupati Garut dan meminta Dirjen Gakkum Yang telah turun ke lapangan melaporkan dan menyimpulkan Sangsi yang wajib diberikan kepada perusak Hutan
  4. Bupati Garut WAJIB Bertanggung Jawab atas kerusakan Ekologi yang telah mengakibatkan Bencana Lain Akibat Pembangunan Jalan Poros Tengah seperti Banjir Bandang yang terjadi akibat dimana terindikasi menjadi faktor Penyebab Utama Banjir Bandang adalah akibat pekerjaan jalan poros tengah yang sudah berlangsung 3 KM dan akan diteruskan sepanjang 12 KM lagi

5. Memita Polres Garut dan Polda Jabar Mengusut Laporan Tindakan Perusakan Hutan yang dilakukan Bupati Garut melalui Dinas PUPR dengan Cepat,Tegas,Dan Mengedepankan Keterbukaan dan Transparansi hasil penyidikan. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here