Ditanya Soal Bantuan untuk Mak Minah, Ketua Baznas Garut : “Malayar Zakat gé Harésé”

garutexpress.id – Badan amil zakat (Baznas) Kabupaten Garut tak bergeming saat ditanya bantuan untuk Ma Minah. Baznas malah berkilah tidak ada rekomendasi bantuan untuk Ma Minah dari UPZ Kecamatan Cibiuk.

“Jangan langsung ke Baznas repot banyak yang harus diurusi. Tempuh prosedur! Lapor ke UPZ kecamatan setelah ada rekom baru dipertimbangkan,” kata Ketua Baznas Garut, Aas Kosasih, saat dihubungi, Minggu (19/4/2020).

Ia menuturkan, banyak yang intervensi dalam urusan zakat. Sementara di sisi lain tak ada yang membatu.

“Riweuh banyak intervensi. Mantuan henteu, ” kata Aas.

Aas melanjutkan, pembina UPZ adalah Camat dan ketuanya Sekmat. Jadi soal bu Minah, kata dia, belum ada laporannya.

“Yang kaya gitu bukan Bu Minah saja. Masih banyak yang harus diperhatikan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Aas, Baznas Garut sedang fokus menanggulangi Covid-19. Sementara di lapangan banyak intervensi dari tokoh masyarakat bahkan dewan.

“Bukan tak menghargai. Banyak intervensi dari tokoh masyarakat, dewan,” akunya.

Bahkan Aas mengaku, selama ini pembayaran zakat di Garut sangat susah.

“Malayar zakat ge hararese,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mamah Minah atau akrab disapa Ma Minah hidup sebatangkara. Suaminya meninggal lima tahun yang lalu. Ia tak miliki anak dan tiga sodaranya meninggal dunia sejak ia menikah.

Meski hidup sebatangkara dan tinggal di rumah yang hampir roboh, nene berusia 80 tahun itu sama sekali tak tersentuh bantuan bantuan pemerintah.

Namun Ma Minah tak pernah mengeluh. Ia yakin Allah SWT akan memberikan rezeki kepada makhluknya.

“Ga apa-apa Allah maha kaya,” kata Ma Minah saat ditanya wartawan perihal bantuan dari pemerintah, Minggu (19/4/2020).

Ma Minah tinggal Kampung Randukurung RW 09, Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia tak mau meninggalkan rumahnya yang hampir roboh.

Keseharian Ma Minah dihabiskan untuk beribadah seperti membaca Al-Quran, shalawat dan shalat. Warga sekitar mengenal Ma Minah sebagai sosok yang taat beribadah.

Ketua RW 09, Siti Jubaedah, mengatakan earga sekitar banyak yang kasian dengan kondisi Ma Minah. Namun tak bisa berbuat banyak.

“Warga sekitar banyak yang menawari Ma Minah agar tinggal bersama mereka. Tapi Ma Minah selalu menolak. Karena ingin leluasa melaksanakan ibadah,” kata Siti.

Selaku ketua RW dirinya beberapa kali mengajukan bantuan untuk Ma Minah tapi selalu tak dapat. Ia mencontohkan di tahun 2017 Ma Minah diajukan agar dapat PKH tapi tidak disetujui.

Sementara Kepala Desa Cibiuk Kidul, Usep, mengaku tiap tahun Ma Minah selalu diajukan untuk mendapatkan bantuan tapi selalu ada kendala. Ia mencontohkan di tahun 2017, 2018 dan 2019 Ma Minah diajukan agar mendapatkan program rutilahu.

Namun kata pendampingnya tidak masuk dalam data. Hingga saat ini, Ma Minah belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah.

Bahkan Ma Minah pun tak mendapatkan perlindungan BPJS. Pasalnya, saat diajukan ke Pemkab Garut, NIK KTP dan KK Ma Minah tidak muncul.

Berdasarkan informasi dihimpun, Ma Minah kini hidup sebatangkara di rumah yang hampir roboh. Kondisi kesehatan Ma Minah pun sangat mengkhawatirkan karena penglihatannya terganggu.

Selain tak mendapat bantuan dari pemerintah, Ma Minah pernah di ajukan ke Baznas Garut untuk mendapatkan bantuan tapi ditolak dengan alasan sedang fokus hadapi Covid-19. (*)

Penulis: Awis
Editor: Farhan SN


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here