Diacuhkan Baznas dan Pemkab Garut, Rumah Ma Minah Diperbaiki Warga Bandung

Kondisi rumah Ma Minah yang akan diperbaiki.*

Garutexpress.id – Ucapan Mamah Minah (80) atau yang akrab disapa Ma Minah terbukti. Ia tak bergantung kepada bantuan pemerintah ataupun Baznas. Ia yakin Allah SWT maha kaya dan akan memberikan rezeki kepada hambanya dari arah yang tak terduga.

Ma Minah yang tinggal di rumah yang hampir ambruk ia tak pernah merintih minta bantuan kepada pemerintah. Padahal ia merupakan salah seorang warga yang berhak menerima bantuan.

Ma Minah merupakan janda renta hidup seorang diri. Suaminya sudah lama meninggal dunia. Sementara sodaranya sudah meninggal semua.

Bahkan Ma Minah tidak memiliki anak. Sehingga di usianya yang sudah renta ia harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup.

Dua hari belakangan ini, Ma Minah yang menghabiskan waktu di sisa usianya untuk ibadah ramai diperbincangkan. Banyak warga yang menyayangkan tidak ada perhatian dari Pemkab Garut. Bahkan lembaga Baznas pun malah berkelit saat dimintai bantuan untuk Ma Minah.

Namun tentunya Allah maha kaya. Kini Ma Minah mendapatkan rezeki dari arah yang sama sekali tak dikiranya. Salah seorang dermawan dari Bandung terjun langsung memberikan bantuan.

“Hari ini juga rumah Ma Minah langsung dibangun. Donaturnya berjanji akan membangun sampai selesai,” kata Ketua RW 09, Siti Jubaedah, Senin (20/4/2020).

Siti mengaku, senang rumah Ma Minah sudah ada yang memperbaiki. Bahkan secara pribadi, selaku ketua RW di mana Ma Minah tinggal mengucapkan terimakasih.

“Saya pribadi selaku RW dan atas nama warga setempat mengucapkan terimakasih. Warga di sini ikut bahagia karena ada dermawan yang peduli memperbaiki rumah Ma Minah,” ucapnya.

Siti mengungkapkan, kesulitannya untuk membantu Ma Maminah jika menggunakan jalur birokrasi. Pasalnya kerap kali permohonannya diacuhkan.

“Ucapan Ma Minah benar. Allah Maha Kaya. Tanpa bergantung kepada siapa pun bantuan untuk Ma Minah kini mulai mengalir,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mamah Minah atau akrab disapa Ma Minah hidup sebatangkara. Suaminya meninggal lima tahun yang lalu. Ia tak miliki anak dan tiga sodaranya meninggal dunia sejak ia menikah.

Meski hidup sebatangkara dan tinggal di rumah yang hampir roboh, nene berusia 80 tahun itu sama sekali tak tersentuh bantuan bantuan pemerintah.

Namun Ma Minah tak pernah mengeluh. Ia yakin Allah SWT akan memberikan rezeki kepada makhluknya.

Related Post

“Ga apa-apa Allah maha kaya,” kata Ma Minah saat ditanya wartawan perihal bantuan dari pemerintah, Minggu (19/4/2020).

Ma Minah tinggal Kampung Randukurung RW 09, Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia tak mau meninggalkan rumahnya yang hampir roboh.

Keseharian Ma Minah dihabiskan untuk beribadah seperti membaca Al-Quran, shalawat dan shalat. Warga sekitar mengenal Ma Minah sebagai sosok yang taat beribadah.

Ketua RW 09, Siti Jubaedah, mengatakan earga sekitar banyak yang kasian dengan kondisi Ma Minah. Namun tak bisa berbuat banyak.

“Warga sekitar banyak yang menawari Ma Minah agar tinggal bersama mereka. Tapi Ma Minah selalu menolak. Karena ingin leluasa melaksanakan ibadah,” kata Siti.

Selaku ketua RW dirinya beberapa kali mengajukan bantuan untuk Ma Minah tapi selalu tak dapat. Ia mencontohkan di tahun 2017 Ma Minah diajukan agar dapat PKH tapi tidak disetujui.

Sementara Kepala Desa Cibiuk Kidul, Usep, mengaku tiap tahun Ma Minah selalu diajukan untuk mendapatkan bantuan tapi selalu ada kendala. Ia mencontohkan di tahun 2017, 2018 dan 2019 Ma Minah diajukan agar mendapatkan program rutilahu.

Namun kata pendampingnya tidak masuk dalam data. Hingga saat ini, Ma Minah belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah.

Bahkan Ma Minah pun tak mendapatkan perlindungan BPJS. Pasalnya, saat diajukan ke Pemkab Garut, NIK KTP dan KK Ma Minah tidak muncul.

Berdasarkan informasi dihimpun, Ma Minah kini hidup sebatangkara di rumah yang hampir roboh. Kondisi kesehatan Ma Minah pun sangat mengkhawatirkan karena penglihatannya terganggu.

Selain tak mendapat bantuan dari pemerintah, Ma Minah pernah di ajukan ke Baznas Garut untuk mendapatkan bantuan tapi ditolak dengan alasan sedang fokus hadapi Covid-19. (*)

Penulis: Useu G Ramdhani
Editor: Farhan SN


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.